Libur Makin Panjang, Indonesia Pimpin Daftar Hari Libur Terbanyak se-ASEAN 2025
Ilustrasi tanggal merah di kalender--pixabay
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Di tengah dinamika kehidupan kerja dan aktivitas sehari-hari, hari libur nasional menjadi momen yang paling dinanti oleh masyarakat.
Di kawasan Asia Tenggara, jumlah hari libur nasional bisa sangat bervariasi antara satu negara dengan negara lain. Tahun 2025, Indonesia tercatat sebagai negara dengan hari libur nasional terbanyak di ASEAN, mencapai total 27 hari, menurut data dari The ASEAN Secretariat yang dikutip melalui GoodStats.
Negara-negara tetangga seperti Kamboja dan Thailand menyusul dengan masing-masing 22 hari libur, didominasi oleh peringatan hari-hari besar kerajaan serta perayaan tradisional nasional.
Filipina mencatat 19 hari libur, disusul Vietnam (18), Myanmar dan Malaysia (17), Brunei (15), dan Singapura (11). Sementara itu, Laos menjadi negara dengan jumlah hari libur nasional paling sedikit, hanya 7 hari sepanjang tahun.
Di Indonesia, tingginya jumlah hari libur nasional mencerminkan kekayaan budaya dan keberagaman agama yang hidup berdampingan.
Hari besar keagamaan dari berbagai keyakinan, seperti Idulfitri, Waisak, Natal, Nyepi, hingga Imlek, semuanya mendapat pengakuan dalam bentuk libur nasional dan cuti bersama.
Beberapa tanggal penting dalam kalender libur nasional 2025 antara lain:
- 1 Januari: Tahun Baru Masehi
- 29 Januari: Imlek
- 29 Maret: Hari Raya Nyepi
- 31 Maret hingga 7 April: Rangkaian libur dan cuti bersama Idulfitri
- 12 Mei: Hari Raya Waisak
- 6 Juni: Hari Raya Iduladha
- 17 Agustus: Hari Kemerdekaan RI
- 25 hingga 26 Desember: Natal dan cuti bersama
BACA JUGA:Asyik, Ada Dua Kali Long Weekend pada Mei 2025!
Dengan kalender yang dipenuhi tanggal merah, Indonesia tidak hanya memberi ruang bagi masyarakatnya untuk beristirahat, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap toleransi dan penghormatan terhadap berbagai tradisi serta agama.
Tingginya jumlah hari libur ini kerap menjadi perdebatan, terutama terkait produktivitas nasional.
Namun di sisi lain, banyak pihak menilai ini sebagai bentuk nyata keragaman yang dirayakan, sekaligus peluang untuk meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi domestik selama musim liburan.
Sumber: goodstats
