Diet Keto Kembali Populer: Cara Kerja Ketosis, Manfaat Medis, Risiko Keto Flu, dan Peringatan Ahli
Diet keto mengandalkan rendah karbohidrat dan tinggi lemak untuk memicu ketosis, efektif turunkan berat badan namun menyimpan risiko kesehatan.--getty images
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Diet keto atau diet ketogenik kembali menjadi sorotan publik sebagai metode penurunan berat badan yang diklaim cepat dan efektif. Pola makan ini mengandalkan prinsip rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan protein moderat, dengan tujuan utama mengubah cara tubuh memperoleh energi.
Berbeda dari pola makan konvensional yang menjadikan glukosa sebagai bahan bakar utama, diet keto memaksa tubuh masuk ke kondisi ketosis. Yakni keadaan metabolik saat tubuh membakar lemak dan memproduksi keton sebagai sumber energi alternatif.
Awalnya dikembangkan untuk keperluan medis, diet keto kini banyak diadopsi masyarakat umum, mulai dari pelaku diet, atlet, hingga penderita gangguan metabolik tertentu. Namun, para ahli mengingatkan bahwa pendekatan ini tidak bebas risiko dan tidak cocok untuk semua orang.
Cara Kerja Diet Keto: Mengubah Sistem Energi Tubuh
Diet keto bekerja dengan cara menekan asupan karbohidrat secara drastis. Umumnya di bawah 50 gram per hari, bahkan pada versi ketatnya bisa di bawah 20 gram per hari.
BACA JUGA:Tren Diet Ekstrem One Meal a Day: Manfaat, Risiko, dan Tips Aman Memulai
Ketika asupan karbohidrat ditekan:
- Cadangan glikogen (gula) dalam tubuh cepat habis
- Produksi insulin menurun signifikan
- Hati mulai memecah lemak menjadi keton
- Keton digunakan sebagai sumber energi utama bagi otak dan otot
Perubahan ini membuat tubuh lebih efisien membakar lemak, termasuk lemak yang tersimpan. Sehingga berat badan dapat turun relatif cepat, terutama pada fase awal diet.
Tujuan dan Manfaat Diet Keto Menurut Studi

Diet keto populer di kalangan pelaku diet dan atlet, tetapi efek samping seperti keto flu dan gangguan metabolik perlu diwaspadai.--getty images
Diet keto bukan sekadar tren populer. Secara medis, pola makan ini memiliki sejarah panjang dan manfaat tertentu yang telah diteliti secara ilmiah.
BACA JUGA:Diet Meal Prep: Menyiapkan Menu Sehat Seminggu dengan Budget Minim, Berikut Ini Caranya!
Beberapa potensi manfaat diet keto antara lain:
- Penurunan berat badan cepat, terutama pada individu obesitas
- Mengurangi frekuensi kejang pada penderita epilepsi yang resisten obat
- Meningkatkan sensitivitas insulin, terutama pada penderita diabetes tipe 2
- Menstabilkan kadar gula darah, karena minim lonjakan glukosa
- Mengurangi rasa lapar, akibat efek kenyang dari lemak dan protein
Namun, para peneliti menegaskan bahwa sebagian besar manfaat tersebut bersifat individual dan sangat tergantung kondisi metabolik serta kepatuhan diet.
Efek Samping: Fenomena “Keto Flu” dan Risiko Lain
Meski menawarkan manfaat, diet keto juga dikenal memiliki efek samping. Terutama pada fase awal adaptasi tubuh. Kondisi ini populer disebut sebagai keto flu.
BACA JUGA:Intermittent Fasting, Tren Diet Kekinian yang Makin Digemari: Ini Tips Aman Memulainya
Sumber: who
