1 tahun disway

Lima Ilmuwan UB Masuk Jajaran Daftar Peneliti Terbaik Sedunia

Lima Ilmuwan UB Masuk Jajaran Daftar Peneliti Terbaik Sedunia

Jajaran Ilmuwan Universitas Brawijaya Yang Masuk Dalam Indeks Peneliti Terbaik Dunia--prasetya.ub.ac.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Lima ilmuwan Universitas Brawijaya masuk daftar peneliti terbaik dunia atau 2% world scientist versi Stanford University berkat kontribusinya dalam bidang publikasi ilmiah. Lima ilmuwan tersebut adalah Dr Nurul Huda, Dr dr Nur Samsu SpPD KGH, Prof Sujarwoto SIP MSi PhD, Prof Dr Femiana Gapsari Madhi Fitri ST MT, dan dr Jonny Kurnia Fajar SpPD.

Ketua UPT Pemeringkatan Internasional, Hendrix Yulis Setyawan STP MSi PhD menegaskan pentingnya kualitas riset dosen sebagai kunci agar dapat masuk ke dalam daftar 2% peneliti terbaik dunia. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan penjelasan mengenai capaian akademik UB dalam pemeringkatan internasional, Selasa (30/09).

Menurut Hendrix, penilaian terhadap para ilmuwan dunia dilakukan melalui C-score, sebuah indeks komposit yang digunakan untuk menilai kualitas penelitian. C-score tidak hanya menekankan pada kuantitas publikasi, tetapi lebih pada dampak (impact) dari riset yang dilakukan, termasuk berapa banyak sitasi yang diterima dan seberapa kuat pengaruh penelitian tersebut di tingkat global.

Pengadaan Fasilitas untuk Penelitian

Untuk mendukung pencapaian tersebut, UB telah menyediakan berbagai fasilitas, mulai laboratorium terpadu, pendanaan riset, hingga peluang kolaborasi dengan profesor tamu serta peneliti luar negeri. Hendrix menekankan bahwa dukungan institusi harus diimbangi dengan semangat dosen untuk terus meningkatkan kualitas publikasi.

“Fasilitas di UB sudah memadai, mulai laboratorium, pendanaan, hingga kolaborasi internasional. Sekarang tergantung dosen sendiri, apakah mereka ingin berkompetisi menghasilkan riset yang berkualitas. Kalau publikasi bagus dan sitasinya tinggi, otomatis peluang masuk top 2% semakin besar,” jelasnya.

Lebih jauh, Hendrix menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan hanya kebanggaan bagi individu dosen, tetapi juga membawa nama baik universitas secara keseluruhan. Pengakuan internasional terhadap riset UB akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Harapannya, riset-riset UB ke depan lebih banyak memberi manfaat bagi masyarakat. Kalau kualitasnya tinggi, maka impact akademiknya juga kuat dan dampak sosialnya bisa lebih dirasakan,” tutup Hendrix.

Prof Dr Sujarwoto SIP MSi, salah satu dari lima ilmuwan terbaik UB, menjelaskan, selama bertahun-tahun sudah aktif menulis dan mempublikasikan hasil penelitiannya di berbagai jurnal internasional. Bidang kajiannya banyak menyentuh isu-isu sosial yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Pencapaian ini sekaligus mencerminkan komitmen UB dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung budaya riset berkualitas tinggi.

“Sejak awal, saya berusaha melakukan riset yang berangkat dari masalah-masalah nyata di masyarakat. Dengan begitu, hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai publikasi, tetapi juga bisa memberikan kontribusi nyata,” ujar Sujarwoto ketika dimintai tanggapan atas penghargaan tersebut.

Ia juga menekankan bahwa dalam dunia penelitian, kualitas lebih penting daripada kuantitas. Tidak ada target angka publikasi yang harus dikejar setiap tahunnya, melainkan bagaimana sebuah karya bisa memberi manfaat yang luas. 

“Santai saja, yang penting berusaha membuat paper yang bagus, sehingga bisa dipakai oleh banyak orang,” tambahnya.

Sujarwoto berpesan kepada peneliti muda di UB agar terus semangat berkarya dan tidak takut untuk memulai penelitian dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Lakukan riset yang berangkat dari masalah nyata dan komunikasikan hasilnya dengan cara yang mudah dipahami agar bisa benar-benar dipakai banyak orang,” ungkapnya.

Sumber: prasetya.ub.ac.id

Berita Terkait