1 tahun disway

FIA UB Buka Program Joint Degree/Double Degree dengan Universitas Mitra Internasional

FIA UB Buka Program Joint Degree/Double Degree dengan Universitas Mitra Internasional

FIA UB buka program joint degree/double degree--prasetya.ub.ac.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) membuka Program Joint Degree/Double Degree bagi mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik (MAB). Program tersebut diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan Rektor UB Nomor 263 Tahun 2026 dan dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai salah satu syarat penyetaraan ijazah.

Dalam program ini, FIA UB bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi mitra internasional, yaitu Master of International Community Development di Victoria University di Australia, Graduate School of Asia Pacific Studies di Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) di Jepang, serta National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) di Tokyo.

Dekan FIA UB Prof Dr Hamidah Nayati Utami SSos MSi menyampaikan, program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik di lingkungan internasional sekaligus memperluas wawasan dalam memahami ilmu administrasi dalam konteks global. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (12/3/2026).


Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya--prasetya.ub.ac.id

BACA JUGA:Mahasiswa UB Raih Juara Dua di Kompetisi Internasonal Malaysia dengan Inovasi Deteksi Kanker Payudara

Menurutnya, program double degree tidak hanya membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar di luar negeri, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan dan perspektif global agar dapat berkontribusi dalam pengambilan kebijakan di masa depan.

“Program double degree ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di lingkungan akademik internasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami untuk menyiapkan lulusan yang nantinya mampu berkontribusi dalam perumusan kebijakan, baik itu di bidang administrasi publik maupun di bidang administrasi bisnis. Kedua bidang saat ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan global,” ujar Prof Hamidah, dikutip dari laman resmi UB

Prof Hamidah juga menjelaskan, pengembangan kelas internasional dan kerja sama pendidikan global sejalan dengan visi universitas dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan reputasi perguruan tinggi di tingkat global.

BACA JUGA:UB Kukuhkan 10 Guru Besar Keilmuan Berbeda dalam Sidang Senat Akademik Dua Hari

Ia menambahkan, FIA UB telah lama menjalin kerja sama akademik internasional. Sejak tahun 2007 hingga 2022, FIA UB bekerja sama dengan enam universitas di Jepang, yaitu Tohoku University, Keio University, Takushoku University, GRIPS University, Ritsumeikan University, dan Ritsumeikan Asia Pacific University (APU).

Selain itu, pada periode 2010 hingga 2015 FIA UB juga mengembangkan program double degree dengan dua perguruan tinggi di Thailand, yakni Burapha University dan Prince of Songkla University. Kerja sama dengan GRIPS University dan APU masih terus berlanjut hingga tahun 2024.

Mahasiswa yang mengikuti program ini dapat memilih kampus tujuan studi yang telah menjadi mitra Universitas Brawijaya. Pada tahun ini, tercatat tujuh mahasiswa MAB akan mengikuti program double degree dan dijadwalkan berangkat ke Jepang pada September 2026.

Sementara pada tahun sebelumnya, terdapat enam mahasiswa yang mengikuti program serupa. Sebagian di antaranya melanjutkan studi ke Victoria University di Melbourne.

Wakil Dekan Bidang Akademik FIA Dr Fadillah Amin MAP PhD menjelaskan bahwa sebagian besar peserta program tersebut merupakan penerima beasiswa dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) yang bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), serta program beasiswa Australian Awards.

Sumber: prasetya.ub.ac.id

Berita Terkait