Siasat 24/7 DLH Kota Batu: Sampah Lebaran 2026 Target Tuntas dalam Sehari
Dian Fachroni, Kepala Dinas Lingkungan Hiduo Kota Batu-panca rp-
BATU, DISWAYMALANG.ID–Lonjakan volume sampah pada masa libur Lebaran 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mengambil langkah ekstra guna menjaga estetika dan kebersihan kota wisata ini. Meski terdapat regulasi lembur bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), kebijakan khusus telah diterbitkan demi menjamin Kota Batu tetap asri di tengah serbuan wisatawan.
Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, mengungkapkan bahwa Wali Kota Batu telah memberikan lampu hijau terkait kebijakan lembur darurat. Kebijakan ini menjadi kunci dalam mengantisipasi penempatan sampah di titik-titik vital.
”Atas kebijakan Kepala Daerah, khusus untuk penanganan sampah, diberikan kebijakan khusus untuk diperkenankan mengaktivasi opsi lembur pada situasi darurat kejadian,” ujar Dian saat memberikan keterangan pada Kamis (26/3).
BACA JUGA:Arus Balik Lebaran Masih Tinggi, 9.274 Penumpang Kereta Padati Malang Raya
Demi memastikan pelayanan prima, DLH menerapkan sistem shift kerja yang ketat dengan konsep 24/7 (24 jam selama 7 hari). Sistem ini dipastikan tetap berjalan tanpa jeda, bahkan saat pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung.
Berikut adalah rincian kekuatan personel yang dikerahkan:
- Jumlah Personel : 195 orang petugas lapangan.
- Penyapu Jalan: 115 personel yang tersebar di berbagai titik.
- Tim Armada dan Pengolahan: 80 personel yang bertugas di unit transportasi dan pusat pengolahan.
- Sistem Shift: Di TPST Tlekung, petugas dibagi ke dalam 3 shift per hari dengan durasi masing-masing 6 jam kerja.
BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 26 Maret Hujan Ringan Merata, BMKG Peringatkan Jatim Hujan Sedang-Lebat dan Angin Kencang
Dian memperkirakan adanya peningkatan signifikan pada volume sampah di 21 ruas jalan protokol. Data yang ditampilkan hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa:
- Volume Normal : ±30 ton per hari,
- Estimasi Peak Season : Menembus 50 ton per hari.
Untuk mengatasi beban tersebut, DLH mengandalkan optimalisasi infrastruktur di TPST Tlekung dengan target proses satu hari (sampah selesai diolah dalam satu hari). Teknologi yang dikerahkan meliputi:
- Big Composter: Diaktifkan untuk mengolah hingga 8 ton sampah organik per hari.
- Insinerator Terintegrasi: Tiga unit di TPST Tlekung serta dua unit di Kelurahan Dadaprejo dan Sisir beroperasi penuh. Dengan kapasitas bakar 2 ton per 2 jam, alat ini fokus memanaskan residu sampah secara cepat.
BACA JUGA:WFA dan Belajar Daring di Kota Batu: Pemkot Masih ‘Wait and See’ Arahan Pusat
Selain pengolahan di pusat, mobilitas di lapangan juga diperketat. Sebanyak sembilan unit dump truck disiagakan untuk berkeliling Kota Batu setiap waktu.
Tak hanya itu, DLH menyiagakan Tim Reaksi Cepat Sapu Jagat Sampah. Tim khusus ini bertugas menyisir lokasi-lokasi rawan, terutama di daerah perbatasan yang kerap menjadi sasaran pembuangan sampah pembohong oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Kami ingin memastikan bahwa pada masa peak season ini, tata kelola sampah tetap terkendali sehingga wisatawan maupun warga lokal tetap nyaman menikmati suasana Lebaran di Kota Batu,” tutup Dian.
BACA JUGA:Arus Balik 2026: Volume Kendaraan ke Kota Batu Turun 27%, Namun Puncak Harian Pecahkan Rekor
Sumber:









