1 tahun disway

Skripsi Stuck karena Bingung Menentukan Research Gap? Ini Cara dan Contohnya!

Skripsi Stuck karena Bingung Menentukan Research Gap? Ini Cara dan Contohnya!

Research Gap Dalam Penelitian Skripsi-pinterest-

8. Tautkan Gap dengan Relevansi dan Urgensi

Setiap gap harus bisa dijawab: “so what?” Apa pentingnya meneliti ini? Bagaimana kontribusinya ke bidang ilmu atau ke masyarakat?

Contoh: Jika gap ada pada kurangnya riset soal body image di kalangan remaja laki-laki, maka harus bisa dijelaskan bahwa selama ini fokus body image terlalu sentris ke perempuan—padahal laki-laki juga mengalami tekanan sosial yang tidak kalah berat.

Semakin relevan dan aktual gap-nya, semakin kuat urgensinya.

9. Validasi Gap dengan Konsultasi ke Dosen Pembimbing

Terkadang gap yang terlihat jelas di mata mahasiswa, belum tentu dianggap signifikan oleh dosen. Maka validasi tetap penting.

Jangan ragu membawa hasil eksplorasi ke dosen. “Saya menemukan bahwa belum ada riset tentang topik ini di konteks X, dengan metode Y. Apakah ini cukup layak dijadikan gap penelitian?”

Seringkali, dosen akan membantu menyempurnakan sudut pandang—bahkan bisa memberi insight baru yang tak terpikirkan sebelumnya.

 

Menentukan research gap bukan berarti harus jadi jenius atau tahu segalanya. Tapi soal kejelian membaca peta riset yang sudah ada dan menemukan celah yang logis, relevan, dan bisa dijangkau dengan kemampuan serta sumber daya mahasiswa.

Dengan strategi yang tepat, skripsi tidak lagi jadi beban misterius yang ditakuti. Tapi justru jadi kesempatan untuk benar-benar berkontribusi dalam ruang akademik—meski kecil, tapi bermakna.

Sumber: quora

Berita Terkait