Nikolen juga memperkenalkan instrumen gendang yang berperan sebagai pemimpin tempo dan pengatur perpindahan antarbagian dalam komposisi gamelan. Ia kemudian meminta salah satu pengrawit untuk memainkan contoh pendek.
“Setiap instrumen dalam gamelan saling melengkapi. Inilah keindahan musik tradisional kita berbeda, tetapi saling menyatu dalam harmoni,” ujarnya.
Melalui kerja sama UB dan UNESCO, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model diplomasi budaya yang mampu memperkenalkan nilai luhur Indonesia ke tingkat global.