Wali Kota Batu : Musrenbang harus berlandaskan pada akurasi data dan kebutuhan riil masyarakat.
Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua Dewan dan Camat Batu beramah tamah saat Musrenbang Kecamatan Batu -panca rp-
BATU-DISWAYMALANG.ID – Pemerintah Kota Batu melakukan terobosan dalam proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa dan kecamatan. Dalam arahannya saat Musrenbang Kecamatan Batu, Kota Batu, Kamis (12/2) Wali Kota Batu, Nurochman menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tahun ini tidak lagi sekedar rutinitas normatif, melainkan harus berlandaskan pada akurasi data dan kebutuhan masyarakat sebenarnya.
BACA JUGA: Khofifah Bersaksi di Sidang Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Jatim 2019: Bantah Dapat Aliran Fee
Wali Kota Batu, Nurochman dalam Berbagainya memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya Musrenbang Kecamatan Batu, kali ini yang dinilai lebih mencerahkan. Hal ini disebabkan setiap usulan telah didukung oleh data dasar yang kuat, mulai dari lokasi spesifik, alamat yang jelas, hingga dokumentasi foto sebagai bukti pendukung.
BACA JUGA: Disdikbud Kota Malang Wacanakan SMP Unggulan Khusus Atlet, Atur Ulang Jadwal Belajar dan Latihan
"Kebijakan yang diambil bukan lagi berdasarkan keinginan pejabat, melainkan murni berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan," kata Nurochman.
BACA JUGA: DLH Kota Malang Pasang Spanduk Larangan Merokok di Alun-Alun Merdeka usai Kasus Satpol PP Viral
Wali Kota juga mengingat adanya batasan APBD, meminta seluruh pihak untuk bertindak proporsional. Setiap usulan yang masuk akan melalui proses analisis biaya yang ketat melalui survei lapangan.

Camat Batu mendapatkan lukisan dari salah satu warga Pesanggrahan dalam Musrenbang-panca rp-
Pemerintah juga meminta setiap desa dan kelurahan untuk mengerucutkan usulan mereka menjadi dua program paling prioritas. Salah satu fokus utama di tahun mendatang adalah optimalisasi fasilitas publik, seperti pengembangan lapangan desa yang akan dilanjutkan secara bertahap hingga tahun 2026.
BACA JUGA: Musrenbang Tematik Kota Malang Libatkan Anak hingga Disabilitas, Fokus RKPD 2027 Inklusif
Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan bahwa pembiayaan pembangunan akan dilakukan melalui sinergi tiga pintu utama:
Pokok Pikiran (Pokir) DPRD: Khususnya anggota dapil terkait untuk menanggapi data Musrenbang.
Visi-Misi Kepala Daerah: Melalui program strategis pemerintah kota.
Dana Desa/Kelurahan: Sebagai bentuk penguatan pemerintahan terkecil.
Sebagai tindak lanjut Musrenbang Kecamatan ini, Camat diinstruksikan untuk segera melakukan penguraian dan sinkronisasi hasil diskusi bersama Kepala Desa dan Lurah.
“Data yang telah dikerutkan ini nantinya akan dibawa ke Musrenbang tingkat Kota Batu untuk dipastikan masuk dalam perencanaan anggaran,” ungkapnya
Meskipun pembangunan fisik seperti pengaspalan jalan, drainase, dan trotoar tetap menjadi perhatian, Walikota memastikan bahwa alokasi anggaran untuk bidang non-fisik tetap menjadi bagian penting dalam perencanaan tahun depan.
Dengan transformasi ini, diharapkan Musrenbang menjadi proses yang lebih konkret, transparan, dan memberikan dampak yang langsung dirasakan oleh warga Kota Batu.
Muserenbang Kecamatan Batu menghadirkan seluruh aLurah dan Kepala Desa, LPMK, BPD dan seluruh ketua RW yang ada di Kecamatan Batu.
Sumber:
