Tetap Tenang di Bulan Ramadan, Cara Mengatur Emosi dan Amarah Agar Puasa Makin Berkah

Kamis 13-03-2025,21:49 WIB
Reporter : Immanuela Regina
Editor : Agung Pamujo

MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang mengendalikan emosi dan amarah. Namun, masih banyak orang justru lebih mudah tersulut emosinya saat berpuasa.

Kurangnya asupan makanan, perubahan pola tidur, serta aktivitas sehari-hari yang tetap padat sering kali membuat seseorang lebih sensitif dan mudah tersinggung.

Padahal, salah satu hikmah puasa adalah melatih kesabaran dan meningkatkan pengendalian diri. Jika tidak diatur dengan baik, emosi yang tidak terkendali bisa mengurangi pahala puasa dan mengganggu hubungan dengan orang lain.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara efektif mengelola emosi agar ibadah puasa tetap lancar dan hati tetap tenang sepanjang Ramadan.

Simak Kiat - Kiat Ini Agar Ramadan Penuh Berkat!

1. Menyadari Pemicu Amarah di Bulan Puasa

Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan yang dapat memengaruhi emosi. Lapar dan haus bisa membuat seseorang lebih mudah tersinggung, terutama jika dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan. Kurangnya tidur akibat sahur dan tarawih juga bisa menyebabkan seseorang merasa lebih lelah, yang akhirnya berujung pada suasana hati yang buruk.

Oleh karena itu, mengenali pemicu amarah selama Ramadan sangat penting. Jika merasa mudah emosi saat lapar, cobalah untuk menghindari percakapan yang berpotensi memicu konflik. Jika kurang tidur membuat emosi tidak stabil, usahakan untuk mengatur waktu istirahat dengan baik agar tubuh tetap segar sepanjang hari.

2. Berlatih Teknik Pernapasan untuk Mengontrol Emosi

Ketika emosi mulai naik saat puasa, teknik pernapasan bisa menjadi cara sederhana namun efektif untuk menenangkan diri. Tarik napas dalam-dalam, tahan selama beberapa detik, lalu hembuskan perlahan. Teknik ini dapat membantu menurunkan detak jantung dan memberikan waktu bagi otak untuk berpikir sebelum bereaksi.

Cobalah untuk berwudhu atau duduk ketika marah. Wudhu bisa memberikan efek menyejukkan, sementara mengubah posisi (dari berdiri ke duduk, atau dari duduk ke berbaring) bisa membantu meredakan emosi. Teknik ini sangat cocok diterapkan selama Ramadan agar kita bisa tetap menjaga kesabaran dan tidak mudah terpancing amarah.

3. Mengalihkan Fokus ke Kegiatan Positif Selama Ramadan

Alih-alih terus memikirkan hal yang membuat kesal, cobalah untuk mengalihkan fokus ke aktivitas yang lebih positif. Salah satu cara terbaik adalah memperbanyak ibadah, seperti mendengarkan kajian keagamaan. Aktivitas ini tidak hanya membantu menenangkan hati, tetapi juga meningkatkan pahala selama Ramadan.

Selain ibadah, melakukan kegiatan produktif juga bisa membantu mengurangi stres dan emosi negatif. Misalnya, membantu orang tua menyiapkan buka puasa, membersihkan rumah, atau berbagi makanan dengan tetangga. Dengan begitu, energi yang ada bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat daripada sekadar marah-marah.

4. Mempraktikkan Kesabaran dan Berpikir Sebelum Berbicara

Kategori :