Sejarah Iktikaf dalam Islam dan Mengapa Dianjurkan pada 10 Hari Terakhir Ramadan
--
MALANG, DISWAYMALANG.ID—Memasuki 10 hari terakhir bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada periode ini adalah iktikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui berbagai ibadah seperti shalat, membaca Alquran, zikir, dan doa.
Iktikaf merupakan salah satu ibadah yang memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Praktik ini telah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad saw dan menjadi tradisi ibadah yang terus dilakukan umat Islam hingga saat ini. Khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
BACA JUGA:9 Coffee Shop di Malang yang Buka Sampai Dini Hari, Cocok untuk Nongkrong Sambil Menunggu Sahur
Pengertian Iktikaf dalam Islam
Secara bahasa, iktikaf berasal dari kata Arab ‘akafa yang berarti berdiam diri atau menetap di suatu tempat. Dalam istilah syariat, iktikaf berarti berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah Swt.
Iktikaf biasanya diisi dengan berbagai aktivitas ibadah, seperti membaca Alquran, memperbanyak zikir, memperbanyak doa, serta melakukan salat sunah. Tujuan utama dari iktikaf adalah memfokuskan diri untuk beribadah dan menjauhkan diri sementara dari kesibukan duniawi.
BACA JUGA:Mengapa Dianjurkan Berbuka Puasa dengan yang Manis? Ini Dalil dan Penjelasannya dalam Islam
Sejarah Iktikaf pada Masa Rasulullah
Tradisi i’tikaf telah dilakukan sejak masa Rasulullah saw. Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw secara rutin melakukan iktikaf pada bulan Ramadan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra disebutkan bahwa Rasulullah saw selalu melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat. Setelah itu, para istri Nabi juga melanjutkan tradisi tersebut.
Praktik ini menunjukkan bahwa iktikaf merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar, terutama pada penghujung bulan Ramadhan.
BACA JUGA:Puasa tapi Masih Marah-Marah? Ini Penjelasan Ulama tentang Pahalanya
Mengapa Dilakukan pada 10 Hari Terakhir Ramadan?
Anjuran melakukan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan berkaitan erat dengan pencarian malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang disebut dalam Alquran sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Karena waktu pasti Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti, Rasulullah saw menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan iktikaf di masjid.
Dengan iktikaf, seseorang dapat lebih fokus dalam beribadah sepanjang malam tanpa terganggu oleh aktivitas lainnya.
BACA JUGA:Sering Dianggap Sepele, Ini 9 Amalan Kecil yang Pahalanya Besar pada Bulan Ramadan
Hikmah Iktikaf bagi Umat Muslim
Sumber:
