Karena itu, anggapan bahwa orang kidal pasti lebih kreatif atau memiliki kecerdasan tertentu perlu disikapi secara hati-hati.
Mengapa Jumlah Orang Kidal Bisa Berbeda?
Proporsi orang kidal tidak selalu sama dalam setiap penelitian maupun populasi.
Faktor budaya dapat ikut memengaruhi angka tersebut. Dalam sejumlah masyarakat, penggunaan tangan kiri pada masa lalu pernah dianggap tidak sesuai dengan norma sehingga anak didorong untuk menggunakan tangan kanan.
Perbedaan metode penelitian dalam menentukan seseorang sebagai kidal juga dapat menghasilkan angka yang berbeda.
Karena itu, angka sekitar 10 persen lebih tepat dipahami sebagai perkiraan umum populasi dunia, bukan angka mutlak yang berlaku sama di setiap negara.
Tantangan Orang Kidal Ada di Sekitar Kita
Bagi sebagian orang kidal, persoalan terbesar bukan kemampuan menggunakan tangan kiri, melainkan lingkungan yang kurang mengakomodasi kebutuhan mereka.
Gunting yang dirancang untuk tangan kanan, meja sekolah dengan desain tertentu, alat olahraga, peralatan dapur hingga sejumlah perangkat kerja dapat membuat orang kidal harus melakukan penyesuaian tambahan.
Di lingkungan pendidikan, misalnya, posisi meja dan tempat duduk dapat memengaruhi kenyamanan ketika siswa harus menulis dalam waktu lama. Begitu pula di tempat kerja, penggunaan peralatan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan dan efisiensi.
Persoalan tersebut sebenarnya dapat diminimalkan melalui desain yang lebih inklusif.
Penyediaan peralatan yang dapat digunakan kedua tangan maupun produk khusus bagi pengguna tangan kiri dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman.
Bukan Kekurangan, Melainkan Keragaman
Hari Kidal Internasional pada akhirnya bukan hanya tentang merayakan orang yang menggunakan tangan kiri.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa banyak fasilitas sehari-hari dibuat berdasarkan kebutuhan kelompok mayoritas. Ketika kebutuhan kelompok minoritas diabaikan, aktivitas yang terlihat sederhana dapat menjadi lebih sulit dilakukan.
Pemahaman mengenai kidal juga penting untuk mengikis anggapan lama bahwa penggunaan tangan kiri merupakan sesuatu yang salah atau harus diubah.
Secara ilmiah, preferensi tangan merupakan karakteristik manusia yang kompleks dan terbentuk melalui kombinasi berbagai faktor. Tidak tepat pula menganggap seseorang pasti menjadi kidal hanya karena memiliki orang tua yang kidal.
Hari Kidal Internasional 13 Agustus menjadi kesempatan untuk melihat perbedaan tersebut secara lebih wajar. Kidal bukan kekurangan yang harus diperbaiki, melainkan salah satu bentuk keragaman manusia yang layak dipahami, dihargai dan diakomodasi.