81 tahun RI Disway

Hari Pramuka ke-65: Bukan Sekadar Upacara, Pramuka Jatim Bedah 1.000 Rumah hingga Desember 2026

Hari Pramuka ke-65: Bukan Sekadar Upacara, Pramuka Jatim Bedah 1.000 Rumah hingga Desember 2026

Peringatan Hari Pramuka Nasional dan Penguatan Karakter Generasi Muda--Diswaymalang.id

MALANG, DISWAYMALANG.IDHari Pramuka ke-65 diperingati Jumat, 14 Agustus 2026. Peringatan tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah Gerakan Pramuka, tetapi juga mengingatkan kembali peran organisasi kepanduan dalam menjawab persoalan masyarakat.

Di Jawa Timur, semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui program renovasi 1.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program yang digagas Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur ini menjadi bagian dari gerakan Pramuka Produktif dan dirancang berlangsung hingga Desember 2026.

Dengan demikian, Hari Pramuka 2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Ada pekerjaan sosial yang masih berjalan dan ditargetkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Hari Pramuka ke-65 dan Arah Baru Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia pada 14 Agustus 1961. Tonggak tersebut ditandai penyerahan panji Gerakan Pramuka oleh Presiden Soekarno dan didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961.

Enam puluh lima tahun kemudian, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Tema tersebut menempatkan Pramuka bukan hanya sebagai organisasi pendidikan karakter, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial dan pembangunan. Kwarnas menekankan pentingnya organisasi yang modern, profesional dan tertata sekaligus mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan pembentukan generasi masa depan.

Kwarnas juga telah meluncurkan logo Hari Pramuka ke-65 yang menggambarkan semangat adaptasi, dinamika, kepedulian lingkungan serta optimisme menuju Indonesia Emas 2045.

Pramuka Jatim Bedah 1.000 Rumah

Salah satu program yang menarik perhatian di Jawa Timur adalah target renovasi 1.000 RTLH melalui skema “Satu Gugus Depan, Satu Renovasi Rumah.”

Program ini dirancang sebagai aksi gotong royong yang melibatkan anggota Pramuka, pemerintah daerah, masyarakat, relawan dan berbagai mitra. Pelaksanaannya dikemas melalui Perkemahan Wirakarya Jatim 2026.

Program tersebut sebenarnya sudah disiapkan sejak awal 2026. Dalam Rapat Kerja Daerah Kwarda Jatim pada April lalu, target 1.000 RTLH ditegaskan sebagai salah satu program prioritas Pramuka Jatim untuk membantu penanganan persoalan sosial dan kemiskinan ekstrem.

Lantas, sudah sejauh mana hasilnya?

Data perkembangan yang dipublikasikan pada awal Juli 2026 menyebut 3.537 anggota Pramuka dan warga telah terlibat langsung dalam proses renovasi rumah. Program tersebut dijadwalkan berjalan selama tujuh bulan, mulai Juni hingga Desember 2026.

Artinya, hingga peringatan Hari Pramuka ke-65, program tersebut masih dalam tahap pelaksanaan. Belum ditemukan publikasi resmi terbaru yang merinci jumlah rumah yang sudah selesai direnovasi dari target 1.000 unit.

Namun, aksi lapangan sudah berjalan. Di Kota Malang misalnya, salah satu rumah warga di Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, menjadi bagian dari program tersebut. Rumah milik Adhi Darma Sisworo sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan dan kemudian mendapat intervensi renovasi melalui kolaborasi Pramuka dan pemerintah daerah.

Bukan Hanya Bedah Rumah

Program Pramuka Produktif Jawa Timur tidak berhenti pada renovasi rumah. Kwarda Jatim juga mengembangkan agenda ketahanan pangan, energi terbarukan, film layanan masyarakat dan mobil dapur layanan masyarakat.

Sumber: pramuka.or.id

Berita Terkait