Hari Kidal Internasional 13 Agustus, Ini Fakta dan Alasan Orang Kidal Perlu Dipahami

Kamis 13-08-2026,06:03 WIB
Reporter : Fairuz Ainur Syafa Mustofa
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Setiap 13 Agustus, masyarakat dunia memperingati Hari Kidal Internasional atau International Left-Handers Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman terhadap orang yang lebih dominan menggunakan tangan kiri sekaligus mengingatkan pentingnya lingkungan yang lebih inklusif.

Hari Kidal Internasional bukan sekadar perayaan bagi mereka yang menggunakan tangan kiri. Peringatan ini juga menyoroti berbagai persoalan sederhana yang masih dihadapi orang kidal karena banyak benda dan fasilitas sehari-hari dirancang berdasarkan kebiasaan mayoritas pengguna tangan kanan.

Mulai dari meja sekolah, gunting, peralatan dapur, alat tulis hingga sejumlah perlengkapan kerja dapat terasa kurang nyaman bagi orang yang terbiasa menggunakan tangan kiri.

Sekitar 1 dari 10 Orang di Dunia Kidal

Kidal sebenarnya bukan fenomena langka. Penelitian ilmiah secara umum memperkirakan sekitar 10 persen populasi dunia memiliki preferensi menggunakan tangan kiri untuk berbagai aktivitas.

Dengan gambaran sederhana, dari setiap 10 orang terdapat sekitar satu orang yang lebih dominan menggunakan tangan kiri.

Namun, istilah kidal tidak berarti seseorang selalu menggunakan tangan kiri untuk seluruh aktivitas. Preferensi tangan dapat berbeda menurut jenis kegiatan. Ada pula orang yang memiliki pola penggunaan tangan lebih fleksibel atau tidak menunjukkan dominasi yang sangat kuat.

Kidal Bukan Sekadar Kebiasaan

Preferensi menggunakan tangan kiri merupakan karakteristik manusia yang berkaitan dengan perkembangan dan organisasi sistem saraf.

Handedness merupakan sifat yang kompleks. Faktor genetik ikut berperan, tetapi tidak ada satu gen tunggal yang secara sederhana menentukan seseorang akan menjadi kidal.

Penelitian genetika berskala besar bahkan menemukan sejumlah lokasi genetik yang berkaitan dengan kecenderungan menggunakan tangan kiri. Temuan tersebut memperkuat pemahaman bahwa kidal memiliki dasar biologis yang bersifat kompleks.

Selain faktor genetik, perkembangan sejak masa awal kehidupan dan lingkungan juga menjadi bagian dari kajian mengenai bagaimana preferensi tangan terbentuk.

Karena itu, anggapan bahwa seseorang menjadi kidal hanya karena meniru kebiasaan orang lain tidak sepenuhnya menggambarkan proses biologis yang terjadi.

Bukan Berarti “Otak Kanan” Lebih Dominan

Salah satu anggapan populer tentang orang kidal adalah mereka disebut sebagai orang yang memiliki “otak kanan dominan”.

Pandangan tersebut terlalu sederhana.

Memang terdapat hubungan antara preferensi tangan dan lateralitas otak. Pengendalian gerakan tangan pada umumnya melibatkan jaringan otak di sisi yang berlawanan. Namun, tangan kiri yang lebih banyak dikendalikan oleh belahan kanan otak untuk fungsi motorik tidak berarti seluruh kemampuan otak orang kidal otomatis didominasi belahan kanan.

Kemampuan bahasa, kreativitas, logika dan kemampuan kognitif lainnya tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan apakah seseorang kidal atau tidak.

Kategori :