Kebakaran Bromo Meluas, 921 Hektare Lahan Terdampak dan 540 Personel Dikerahkan
Pemadaman Hutan Bromo BPBD Kab. Malang--
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih menjadi perhatian serius. Hingga Rabu (12/8/2026), area yang terdampak kebakaran dilaporkan mencapai sekitar 921,42 hektare.
Penanganan terus dilakukan melalui operasi darat dan udara. Tim gabungan juga memperkuat pemantauan di sejumlah wilayah perbatasan untuk mencegah api kembali meluas, terutama karena kondisi vegetasi yang kering dan medan pegunungan yang menyulitkan proses pemadaman.
Area Kebakaran Menjangkau Sejumlah Wilayah
Kebakaran tersebar di beberapa titik kawasan TNBTS. Di antaranya kawasan Bukit Dingklik–Pusung Duwur di Kabupaten Pasuruan, serta Lembah Watangan dan Argowulan di Kabupaten Probolinggo.
Pergerakan api menjadi perhatian karena kawasan TNBTS berbatasan langsung dengan sejumlah wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan dan Probolinggo.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Punya Misi Baru, FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Ajang Tebus Kegagalan
Karena itu, pengawasan tidak hanya dilakukan pada titik api yang terlihat. Tim juga melakukan patroli untuk mengantisipasi bara maupun api bawah permukaan yang dapat kembali menyala ketika kondisi angin dan vegetasi mendukung.
Ratusan Personel Dikerahkan
Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 540 personel gabungan dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas TNI, Polri, BPBD, pengelola kawasan, pemadam kebakaran, relawan serta unsur terkait lainnya.
Sebagian personel ditempatkan di lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman secara langsung. Sebagian lainnya bertugas melakukan pemantauan, patroli, penyekatan dan pencegahan agar api tidak merambat ke wilayah lain.
Wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang juga tetap mendapatkan perhatian karena berada di sekitar kawasan perbatasan yang berpotensi terdampak apabila arah rambatan api berubah.

--
Water Bombing Masih Jadi Andalan
Medan pegunungan membuat tidak semua titik kebakaran dapat dijangkau melalui jalur darat. Karena itu, operasi pemadaman juga dibantu melalui udara menggunakan helikopter water bombing.
Hingga Minggu (9/8), tercatat sekitar 144.800 liter air telah dijatuhkan dari udara dalam operasi pemadaman.
Operasi water bombing diarahkan ke sejumlah titik yang sulit dijangkau tim darat, termasuk kawasan P30 di Kabupaten Probolinggo dan wilayah Pusung di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.
Penggunaan helikopter menjadi penting karena beberapa lokasi berada di lereng dan kawasan dengan akses terbatas. Setelah titik api ditekan dari udara, tim darat melanjutkan proses pemadaman dan pembasahan untuk mengurangi kemungkinan api kembali muncul.
Sumber:










