1 tahun disway

Media Sosial dan Ancaman Kesehatan Mental Remaja: Ini Temuan Terbaru dari Riset Global

Media Sosial dan Ancaman Kesehatan Mental Remaja: Ini Temuan Terbaru dari Riset Global

Ilustrasi remaja melakukan konsultasi kesehatan mental--iStockphoto

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Di tengah era digital yang serba terhubung, media sosial kini menjadi ruang utama interaksi bagi remaja. Namun, kemudahan berbagi dan terkoneksi justru menyimpan risiko serius bagi kesehatan mental.

Banyak remaja saat ini menjadikan media sosial sebagai tempat mencari identitas dan eksistensi.

Sayangnya, alih-alih membangun kepercayaan diri, platform digital ini justru sering menjadi pemicu kecemasan, perasaan tidak aman, bahkan rasa kesepian.

Tekanan sosial, perbandingan dengan orang lain, hingga pencarian validasi dari jumlah "likes" dan komentar semakin memperburuk situasi emosional remaja.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Pew Research Institute yang dikutip memalui GoodStats, para orang tua lebih menunjukkan kekhawatiran terhadap isu kesehatan mental remaja dibanding anak-anak mereka sendiri.

Sekitar 55 persen orang tua menyatakan sangat khawatir terhadap kondisi mental anaknya, sedangkan hanya 35 persen remaja yang mengaku hal serupa.

BACA JUGA:MAN 2 Kota Malang Masuk 20 Besar Sekolah Paling Berprestasi Nasional 2025 Versi Perpusnas

Menariknya, baik orang tua maupun remaja mengidentifikasi media sosial sebagai ancaman paling signifikan bagi kesehatan mental.

Sebanyak 44 persen orang tua dan 22 persen remaja mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial tanpa kontrol dan kesadaran yang tepat dapat merusak stabilitas emosi remaja.

Salah satu penyebabnya adalah karena media sosial memungkinkan remaja terpapar gaya hidup teman sebayanya yang belum tentu sehat atau realistis.

Ditambah lagi, banyak remaja yang mudah terjebak dalam budaya perundungan digital atau cyberbullying, membuat mereka semakin merasa tertekan dan terasing.

Selain media sosial, teknologi secara umum juga dianggap sebagai pemicu gangguan kesehatan mental oleh 14 persen orang tua.

Di sisi lain, remaja lebih menyoroti perundungan sebagai faktor utama, disusul oleh tekanan akademik, ekspektasi sosial, dan hubungan pertemanan.

Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara generasi. Remaja menilai berdasarkan pengalaman pribadi, sementara orang tua cenderung menggunakan perspektif masa lalu dan observasi terhadap anak mereka. Gap ini penting untuk dikenali sebagai dasar membangun komunikasi yang lebih sehat.

Peran Penting Orang Tua dan Lingkungan Terdekat

Sumber: pew research