Media Sosial dan Ancaman Kesehatan Mental Remaja: Ini Temuan Terbaru dari Riset Global
Ilustrasi remaja melakukan konsultasi kesehatan mental--iStockphoto
Survei Pew juga menemukan bahwa lebih dari separuh remaja (52 persen) merasa nyaman berbicara dengan orang tua mereka, dibanding 48 persen yang lebih memilih bercerita kepada teman.
Fakta ini memperkuat pentingnya kehadiran orang tua sebagai pendengar dan pembimbing selama masa perkembangan anak.
Selain itu, 31 persen remaja merasa lebih nyaman berbicara dengan tenaga profesional kesehatan mental, dan 28 persen memilih anggota keluarga lain sebagai tempat curhat. Sisanya, sekitar 12 persen remaja mengaku lebih terbuka pada guru di sekolah.
Survei ini dilakukan terhadap 1.391 pasangan orang tua dan remaja berusia 13 hingga 17 tahun di Amerika Serikat, antara 18 September hingga 10 Oktober 2024, dengan margin of error sebesar 3,3 persen.
Dengan meningkatnya ancaman digital terhadap stabilitas mental, menjadi krusial bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat luas untuk menciptakan ekosistem yang aman, mendukung, dan terbuka bagi remaja dalam menyuarakan perasaannya.
Sumber: pew research
