Mahasiswa FKH UB Terpilih jadi Best Oral Presenter dalam Konferensi Internasional
Cuplikan Presentasi Fraya di International Conference of Veterinary Medicine and Health Science Universitas Airlangga sebagai Oral Presenter--prasetya.ub.ac.id
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Fraya Assyifa Mardiyah, mahasiswi Universitas Brawijaya berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat internasional. Mahasiswi Program Profesi Dokter Hewan Gelombang XV ini berhasil meraih predikat Best Oral Presenter pada 5th International Conference of Veterinary Medicine and Health Science sub-topik Environmental Health and Clinical Approaches.
BACA JUGA:Disnaker-PMPTSP Kota Malang Bekali Pekerja Rokok dengan Keterampilan Olahan Pangan

Fraya Assyifa Mardiyah--
Konferensi internasional yang diselenggarakan Universitas Airlangga ini mengusung tema “Strengthening Food Security through the One Health Approach: Integrating Human, Animal, and Environmental Health for a Sustainable Future”.
Tema tersebut menyoroti pentingnya penerapan pendekatan One Health dalam menghadapi tantangan global. Termasuk ancaman zoonosis, dampak perubahan iklim, serta kerentanan sistem pangan dunia.
Acara ini menekankan peran strategis dokter hewan dan tenaga kesehatan lintas disiplin dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesehatan berkelanjutan.
BACA JUGA:Program Dokar Fapet UB, Jalin Kerja Sama dengan Universiti Malaysia Sabah dan Beri Kuliah Tamu
Dalam forum tersebut, Fraya membawakan presentasi berjudul “Prevalence of Mycobacterium tuberculosis Complex in Livestock and Wildlife in Southeast Asia from 2010 to 2025: A Systematic Review”.
Di bawah bimbingan Dr. Siti Kurniawati, drh., M. Ked. Trop., Fraya mengkaji prevalensi kompleks Mycobacterium tuberculosis (MTBC) pada ternak dan satwa liar di Asia Tenggara selama periode 2010–2025. TB zoonotik dipandang sebagai ancaman serius baik bagi kesehatan manusia maupun hewan, serta berpotensi menular lintas spesies.
Melalui telaah sistematis ini, Fraya menekankan urgensi penguatan sistem surveilans TB untuk memperoleh gambaran prevalensi yang lebih akurat sebagai dasar pengendalian penyakit pada ternak dan satwa liar di kawasan Asia Tenggara.
“Semoga pencapaian ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi serta berkontribusi dalam penelitian, khususnya yang berkaitan dengan konsep One Health di bidang kedokteran hewan,” kata Fraya.
Sumber: prasetya.ub.ac.id
