BBM Subsidi Mau Dibatasi Berdasarkan Desil 9-10? Pakar Ingatkan Risiko Salah Sasaran
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah meminta pemerintah melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum menerapkan pembatasan BBM subsidi berdasarkan desil-Istimewa---
Menurutnya, kelompok ekonomi mampu masih menjadi salah satu penerima manfaat besar subsidi BBM. Salah satu faktornya adalah konsumsi BBM.
Pemilik mobil pada umumnya mengonsumsi BBM lebih banyak dibandingkan pengguna sepeda motor. Semakin tinggi konsumsi BBM, semakin besar pula subsidi yang ikut dinikmati.
Karena itu, Komaidi berharap masyarakat dengan daya beli lebih tinggi dapat memahami apabila pemerintah melakukan penataan subsidi.
“Untuk masyarakat saya kira juga perlu berbesar hati,” ujarnya.
Menurutnya, penghematan dari subsidi yang selama ini dinikmati kelompok mampu dapat dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.
Pemerintah Perlu Pastikan Kebijakan Tidak Salah Sasaran
Pada akhirnya, pembatasan BBM subsidi berdasarkan desil masih membutuhkan sejumlah tahapan sebelum benar-benar diterapkan.
Pemerintah saat ini masih menguji dan memvalidasi data desil. BPS sendiri menegaskan DTSEN terus diperbarui dan posisi desil bukan klasifikasi permanen.
Karena itu, perdebatan mengenai pembatasan Pertalite tidak hanya menyangkut siapa yang boleh membeli BBM subsidi.
Pemerintah juga harus memastikan data yang digunakan akurat, mekanisme koreksi tersedia, masyarakat memahami alasan pembatasan, serta kelompok pekerja yang bergantung pada kendaraan tidak kehilangan akses secara tiba-tiba.
Dampak terhadap ongkos transportasi, distribusi barang dan inflasi juga perlu dihitung sebelum kebijakan diterapkan.
Dengan demikian, tujuan utama penataan subsidi—agar anggaran negara lebih tepat sasaran—tetap dapat dicapai tanpa menciptakan beban baru bagi masyarakat yang secara ekonomi justru paling rentan.
Sumber: disway.id dan sumber lainnya

