1 tahun disway

ASN dan Lurah di Kota Malang Dibina Model Retret Agar Bisa jadi Problem Solver

ASN dan Lurah di Kota Malang Dibina Model Retret Agar Bisa jadi Problem Solver

Pelatihan di POLTEKAD Malang ini jadi ajang upgrade skill ASN biar makin solid, inovatif, dan #Mbois dalam melayani masyarakat.--

MALANG, DISWAYMALANG.ID -Pemerintah Kota (Pemkot) Malang  Malang menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan model retret bagi para ASN di lingkungannya. Seperti retret bagi kepala daerah, tempat pelaksanaannya juga di fasilitas TNI AD, yakni di Politeknik Angkatan Darat (POLTEKAD), Junrejo,  Malang.

Kegiatan dengan nama resmi Pelatihan Leadership dan Penguatan Teamwork Building ini dibuka pada Kamis (15/5) malam, dan akan berlangsung sampai Sabtu (17/5_). Tujuannya, mengajak ASN Kota Malang naik level bareng, agar makin solid, cepat tanggap, dan siap menghadapi tantangan zaman. ASN peserta, mulai dari yang bertugas di sekretariat daerah hingga lurah,

Acara ini dibuka oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Juga hadir,  Komandan POLTEKAD Malang, Brigjen TNI Dr. Triadi Murwanto, Wakil Wali Kota Ali Muthohirin dan Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso, 

Transformasi Birokrasi

Menurut Wali Kota Wahyu, pelatihan ini bukan cuma soal teori. Tapi jadi momentum penting buat mendorong transformasi birokrasi, khususnya transformasi mindset dan cara kerja ASN agar bisa lebih responsif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi ruang refleksi buat ASN agar kerja lebih kolaboratif, adaptif, dan orientasinya pelayanan,” tegas Wahyu.

Ia menambahkan, ASN hari ini harus kerja tidak asal ‘selesai’, tapi juga punya impact. Makanya, pelatihan ini juga memperkuat nilai-nilai ASN BERAKHLAK (berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif).

Wali Kota juga menyebut, tujuan utama dari pelatihan ini adalah menjadikan  ASN tidak kaku dan birokratis dan bIsa jadi problem solver.

''Jadi, ketika warga butuh bantuan, dari soal administrasi, aduan warga, sampai urusan lapangan, ASN bisa responsif dan hadir di waktu yang pas,'' harapnya.

“Kita ingin masyarakat benar-benar ngerasain manfaatnya. Pelayanan yang lebih cepat, efisien, tapi juga humanis,” tambah Wali Kota.

BACA JUGA:Wisata Bromo Ditutup Sementara 10–13 Juni 2025, Ini Alasannya

Harus Jemput Bola

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN),Prof. Zudan Arif Fakrulloh sebagai narasumber utama menegaskan pentingnya sinergi antara pimpinan dan seluruh ASN.

“ASN jangan cuma sibuk kerja rutin, tapi harus produktif dan inovatif. Mulai berani jemput bola, layani masyarakat dengan pendekatan yang solutif,” kata Prof. Zudan.

Menurutnya, kalau semua perangkat daerah punya frekuensi yang sama, visi “Malang Mbois Berkelas” ala Wali Kota dan Wakil Wali Kota bakal lebih cepat tercapai.

BACA JUGA:Malang Targetkan Bebas TB Tahun 2035, Ini Langkah Dinkes dan Harapan dr. Husnul

Selain memperkuat leadership, pelatihan ini juga jadi ajang bangun teamwork antardinas dan antarpejabat daerah. Koordinasi yang solid dan komunikasi yang terbuka diharapkan jadi budaya kerja baru di lingkungan Pemkot Malang. (*)

Sumber:

Berita Terkait