9 Jurusan Kuliah yang Berpotensi Tergeser AI di Masa Depan, Ini Tantangan dan Strategi Bertahannya
AI tidak menghapus jurusan kuliah, tetapi menggeser peran lulusan. Berikut jurusan yang paling rentan terdampak dan tantangan adaptasinya.--getty images
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melaju jauh lebih cepat dibandingkan prediksi satu dekade lalu. Teknologi ini tidak lagi terbatas pada mesin industri atau riset laboratorium. Tetapi telah merasuk ke sektor perkantoran, kreatif, media, hingga layanan profesional.
Dampaknya, peta dunia kerja global perlahan berubah, termasuk cara perguruan tinggi menyiapkan lulusannya.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan calon mahasiswa dan orang tua. Apakah jurusan kuliah tertentu masih relevan di tengah dominasi AI? Jawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”. Banyak jurusan tidak benar-benar hilang, tetapi berisiko tergeser apabila tetap bertahan pada pendekatan lama yang terlalu teknis, rutin, dan minim nilai manusiawi.
Berikut sembilan jurusan kuliah yang dinilai memiliki potensi besar terdampak AI, sekaligus tantangan yang harus dihadapi agar tetap relevan di masa depan.
1. Administrasi Perkantoran
Jurusan administrasi perkantoran termasuk yang paling cepat terdampak otomatisasi. Tugas-tugas utama seperti pengarsipan, penjadwalan, pengelolaan dokumen, hingga korespondensi kini dapat ditangani oleh sistem manajemen digital dan asisten virtual berbasis AI.
BACA JUGA:Penipuan Terorganisasi Menggunakan Deepfake AI Meningkatkan selama 2025
Di banyak perusahaan, kebutuhan tenaga administratif murni mulai berkurang drastis. Lulusan jurusan ini dituntut bertransformasi menjadi administrator strategis, dengan kemampuan manajemen, koordinasi lintas divisi, serta komunikasi organisasi yang tidak bisa digantikan mesin.
2. Akuntansi Dasar
AI telah mengubah wajah akuntansi secara signifikan. Proses pencatatan transaksi, rekonsiliasi, hingga laporan keuangan rutin kini dapat dikerjakan perangkat lunak secara otomatis dengan tingkat akurasi tinggi.
Namun, peran akuntan belum sepenuhnya tergantikan. Justru terjadi pergeseran peran dari number cruncher menjadi penasihat keuangan, analis risiko, dan pengambil keputusan strategis.
Jurusan akuntansi yang bertahan adalah yang membekali mahasiswa dengan pemahaman bisnis, etika, regulasi, dan teknologi keuangan.
BACA JUGA:Bikinnya Pakai AI, ‘Clair Obscur: Expedition 33’ Dicabut dari Status Game of The Year 2025!
3. Entri Data dan Sistem Informasi Dasar
Bidang entri data termasuk yang paling rentan terdampak AI. Mesin mampu memproses jutaan data dalam waktu singkat tanpa lelah dan dengan kesalahan minimal.
Jurusan yang hanya berfokus pada penginputan dan pengelolaan data dasar berpotensi kehilangan relevansi. Tantangannya adalah beralih ke analisis data, pengambilan keputusan berbasis data, dan pemahaman sistem informasi strategis, bukan sekadar operasional.
4. Desain Grafis Konvensional
Munculnya AI generatif yang mampu membuat logo, ilustrasi, dan materi promosi hanya dari perintah teks mengubah lanskap industri desain. Tugas desain standar kini dapat dilakukan otomatis dengan biaya murah.
Sumber: harian disway
