Pentingnya 'Well Dressed' Saat Bekerja, Antara Tanggungjawab dan Performa
Contoh Professional Office Look-pinterest-
MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Jangan dikira kalau tampil rapi di kantor hanya urusan gengsi. Padahal, berpakaian dengan pantas dan kontekstual justru salah satu bentuk profesionalisme. Di balik tampilan luar, ada sinyal yang dikirim ke rekan kerja, atasan, bahkan klien. Soal bagaimana diri dihargai, pekerjaan dipandang serius, dan peran dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Namun, ada pertanyaan yang sering muncul: harus berapa kali beli baju baru supaya bisa tampil layak di dunia kerja?
Berikut sembilan alasan kenapa berpakaian rapi di kantor sangat penting—dan yang lebih penting lagi, bagaimana caranya agar tetap tampil maksimal tanpa harus belanja baju tiap bulan?
1. Penampilan Menjadi Kesan Pertama yang Tak Terucap
Menurut jurnal Frontiers in Psychology (2020), otak manusia membuat penilaian awal dalam 7 detik pertama melalui pakaian sebagai salah satu penanda utama, bahkan sebelum seseorang sempat bicara. Maka, outfit yang tepat bisa menjadi pembuka komunikasi yang efektif, apalagi di lingkungan profesional yang serba cepat.
Coba bayangkan dua karyawan magang baru: satu datang dengan kemeja rapi dan sepatu tertutup, satu lagi dengan hoodie lusuh dan celana training. Meski kemampuan sama, yang terlihat lebih “siap kerja” pasti lebih diperhitungkan. Pakaian itu jadi bahasa nonverbal—ia menunjukkan siapa yang siap beradaptasi.
2. Pakaian Mempengaruhi Psikologis dan Kinerja
Studi Journal of Experimental Social Psychology menyebutkan bahwa apa yang dikenakan bisa memengaruhi kepercayaan diri, fokus, dan bahkan cara berpikir. Fenomena ini disebut "enclothed cognition". Dengan berpakaian rapi, seseorang merasa lebih profesional dan bertindak sesuai pakaian yang dikenakan.
Misalnya, hari presentasi penting. Dibandingkan pakai kaos oblong dan jeans santai, memakai kemeja berkerah dan celana kain bisa meningkatkan rasa percaya diri. Otak mengirim sinyal bahwa "hari ini serius", dan otomatis cara bicara, postur tubuh, hingga intonasi pun berubah.
Untuk hari-hari biasa, cukup pakai polo shirt dan celana chino. Nyaman, tidak terlalu formal, tapi tetap terlihat niat. Simpel, tapi efektif untuk memengaruhi performa dan aura profesionalitas.
3. Gaya Bisa Dibangun, Bukan Dibeli
Banyak yang salah kaprah: berpakaian rapi harus punya banyak baju. Padahal, rahasia gaya kerja yang kuat bukan jumlah, tapi kemampuan kreativitas. Dengan 7-10 item basic, bisa dibentuk lebih dari 20 gaya berbeda—tanpa ada yang menyadari baju itu-itu saja.
Contohnya: kemeja putih bisa digulung lengannya untuk kesan kasual, dimasukkan penuh untuk look formal, atau dibiarkan longgar sebagai outer dengan tank top di dalam.
Gunakan warna-warna netral seperti hitam, putih, abu, navy, atau khaki. Semuanya bisa saling dikombinasikan tanpa tabrakan.
Sumber: frontiers in psychology
