2 tahun Disway Malang

Panduan Perawatan Tabebuya untuk Ditanam di Pekarangan Rumah

Panduan Perawatan Tabebuya untuk Ditanam di Pekarangan Rumah

Tabebuya putih yang eksotis di Alun alun Batu-panca rp-

MALANG, DISWAYMALANG.ID - ​Pemandangan pohon Tabebuya yang bermekaran di sepanjang jalur hijau jalan perkotaan kerap memanjakan mata. Deretan bunga berwarna kuning, pink, hingga putih yang rimbun memberikan atmosfer indah menyerupai musim mekarnya Sakura di Jepang.

Namun, ketika ditanam di pekarangan rumah, tak sedikit warga yang mengeluhkan pohon Tabebuya mereka tak berbunga lebat. Atau hanya didominasi oleh daun hijau yang lebat.

Meski dikenal sebagai tanaman yang tangguh dan tahan kekeringan, Tabebuya memerlukan pengolahan yang terukur. Terutama dalam aspek pemupukan, penyiraman, dan pencahayaan, agar mampu menghasilkan bunga secara maksimal.  

BACA JUGA:Menelusuri Jejak Tabebuya di Nusantara, dari Amerika Latin hingga Jalanan Indonesia

​Disarikan dari berbagai sumber informasi hortikultura dan media, berikut adalah panduan komprehensif merawat serta merangsang pohon Tabebuya agar rajin berbunga dan mekar secara lebat.  

1. Paparan Sinar Matahari Penuh

​Kunci utama keberhasilan pembungaan Tabebuya terletak pada asupan cahaya matahari. Tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari langsung minimal 6 hingga 8 jam per hari. Jika pohon ditanam di lokasi yang teduh atau bangunan yang terhalang tinggi, proses fotosintesis untuk pembentukan bakal bunga akan terhambat.

​Tabebuya memerlukan sinar matahari penuh sepanjang hari untuk mendukung pertumbuhannya. Penanamnya di lokasi yang terlalu teduh dapat menghambat proses pembungaan.

2. Strategi Pemupukan Bertahap

​Pemberian nutrisi yang tepat memegang peranan krusial untuk memicu munculnya kuncup bunga. Alih-alih memberikan pupuk secara asal, terapkan pemupukan secara berkala setiap 3 bulan sekali dengan kombinasi unsur hara yang disesuaikan dengan fase tumbuh pohon:  

​Fase Pembentukan Tunas (Awal): Gunakan pupuk yang mengandung unsur Nitrogen (N) tinggi. Pupuk Nitrogen berguna untuk memperkuat struktur mengomel dan membentuk percabangan baru yang sehat.  

​Fase Merangsang Bunga (Generatif): Ketika mengomel sudah siap, beralihlah ke pupuk dengan kandungan Fosfor (P) dan Kalium (K) tinggi (seperti NPK berkadar PK tinggi atau pupuk pembungaan). Unsur Fosfor sangat efektif mendorong terbentuknya bakal bunga.

​Awali dengan pupuk yang mengandung unsur nitrogen (N) tinggi yang berguna untuk membentuk tunas cabang baru. Setelah itu lakukan pemupukan dengan fosfor (P) untuk merangsang pembungaan.

BACA JUGA:Tabebuya, Lebih dari Sekadar Pohon Peneduh yang Tangguh

3. Trik Stress Air dan Pengaturan Penyiraman

Salah satu kesalahan umum yang sering terjadi adalah penyiraman secara berlebihan. Sebagai tanaman hias iklim tropis/subtropis yang menyukai kondisi hangat, Tabebuya justru membutuhkan fase "kekeringan ringan"  untuk merangsang pengeluaran bunga.  

​Siram Secara Bijak: Siram tanaman hanya pada saat media tanah mulai mengering. Hindari membuat media tanam becek atau menggenang karena dapat memicu timbulnya akar.  

​Tahan Penyuraman Menjelang Musim Bunga: Ketika memasuki masa transisi musim kemarau, kurangi frekuensi penyiraman secara bertahap. Efek stres udara ini akan merespons tanaman untuk menggugurkan sebagian daunnya dan mengalihkan energinya untuk mengeluarkan kuncup bunga secara lebat dan serentak.  

​Jangan terlalu sering menyiram tanaman dengan tujuan agar cepat berbunga. Pasalnya terlalu sering menyiram justru akan menghambat perkembangan akar.

4. Perbaikan Struktur Media Tanam dan Drainase

​Kondisi tanah yang padat atau menampung udara terlalu lama akan mengganggu penyerapan nutrisi oleh akar. Tabebuya memerlukan media tanam bertekstur gembur dengan tingkat drainase yang baik.  

​Apabila tanah di pekarangan cenderung keras, gemburkan tanah di sekitar perakaran dan campurkan bahan organik seperti pupuk kompos atau sekam padi untuk memperbaiki porositas.

​Pastikan derajat keasaman tanah (pH) berada pada tingkat yang ideal, yaitu berkisar antara pH sedikit asam hingga netral (6.0 – 7.0).

​Gunakan media tanam yang dapat mengalirkan udara. Hindari menyiram secara berlebihan hanya karena ingin mempercepat pertumbuhan. Tanah yang terlalu lama menampung udara dapat mengganggu bagian akar.

5. Pemangkasan Pemeliharaan (Pemangkasan Sanitasi)

​Pemangkasan tidak hanya bertujuan membentuk tajuk pohon agar rapi. Tetapi juga menjaga sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari sampai ke cabang bagian dalam.  

​Potong cabang atau ranting yang kering, rusak, serta tumbuh tidak teratur (pucuk air).

​Lakukan menghentikan sebentar setelah masa mekar bunga selesai. Pemangkasan ini akan merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru yang siap menjadi tempat munculnya bunga pada musim berikutnya.  

​Pemangkasan membantu menjaga bentuk pohon, memperbaiki sirkulasi udara, dan merangsang pertumbuhan tunas baru. Lakukan pemangkasan ringan setelah masa berbunga untuk menghilangkan cabang mati atau rusak.

Sumber: berbagai sumber