Seperti ditulis di Frontiers in Psychology (2017), menerima bahwa hidup tidak pasti justru membuka ruang bagi pertumbuhan yang lebih tulus dan bermakna.
Jalan Keluar Tidak Sama bagi Semua Orang
Krisis di usia 25 memang melelahkan, tetapi bukan akhir segalanya. Ada yang bangkit dengan mengejar mimpi baru, ada yang bertahan dengan rutinitas sederhana, dan ada pula yang menemukan ketenangan dengan memperlambat langkah.
Yang jelas, setiap orang punya jalannya masing-masing. Quarter-life crisis adalah undangan untuk mengenali diri lebih dalam bukan tanda kegagalan.