1 tahun disway

Rektor UIN Malang Soroti Pentingnya Teknologi Manusiawi dalam Bedah Buku 'The Future Society'

Rektor UIN Malang Soroti Pentingnya Teknologi Manusiawi dalam Bedah Buku 'The Future Society'

--uin-malang.ac.id

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan bedah buku The Future Society pada Jumat (13/2/2026) di Aula Gedung Micro Teaching FITK. Kegiatan ini menghadirkan akademisi serta tokoh nasional dan dibuka langsung oleh Rektor UIN Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana SAg MSi.

BACA JUGA:UB Kukuhkan 10 Guru Besar Keilmuan Berbeda dalam Sidang Senat Akademik Dua Hari

Dalam sambutannya rektor menyampaikan refleksi atas tema besar buku yang dibedah. Ia menilai masyarakat telah mengalami transformasi berulang kali, terlebih di era kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat. Menurutnya, imajinasi tentang kehidupan masyarakat pada 2030 dan seterusnya menjadi penting untuk didiskusikan dalam ruang akademik.

Ia juga menyebut bahwa UIN Malang menjadi salah satu kampus pertama yang menggelar bedah buku tersebut sebagai bentuk respons terhadap perubahan zaman yang semakin cepat.

BACA JUGA:Prof Prija Djatmika Tawarkan Model Pengembalian Aset Pelaku Pidana Korupsi

Dalam kesempatan itu, Prof Ilfi menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan. Era 4.0 menurutnya tidak boleh dimaknai semata sebagai percepatan digitalisasi, melainkan sebagai momentum menghadirkan teknologi yang tetap berpijak pada aspek humanis.

Lebih lanjut, Prof Ilfi menyoroti pentingnya penguatan keterampilan mahasiswa. Perguruan tinggi, katanya, tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memastikan penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Lulusan diharapkan mampu mengintegrasikan kemampuan teknologi, termasuk AI, dengan dimensi kemanusiaan.

BACA JUGA:Prof Mashudi Tawarkan Model Nutrisi Peternakan Sapi Perah Daerah Tropis

Ia juga menekankan peran strategis perguruan tinggi sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri. Mahasiswa didorong untuk bertransformasi dari pola pikir tetap (fixed mindset) menuju pola pikir bertumbuh (growth mindset), serta dari paradigma individual menuju kesadaran kolektif.

Menutup sambutannya, Prof Ilfi mengajak seluruh sivitas akademika untuk memiliki imajinasi dalam membangun masa depan pendidikan dan masyarakat. Ia berharap kampus dapat terus melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

Sumber: uin-malang.ac.id