Hari Perencanaan Kota Sedunia, Malang Raya Belajar dari Dunia

Minggu 08-11-2026,08:10 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Kampus di Malang Punya Peran dalam Perencanan Kota 

Malang juga memiliki lembaga pendidikan tinggi yang mengembangkan ilmu perencanaan wilayah dan kota. Salah satunya adalah Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melalui Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).

Program studi tersebut berdiri sejak 1985. Fokus keilmuannya mencakup perencanaan kawasan, aspek sosial ekonomi, lingkungan, transportasi, hingga pengembangan wilayah. Pada 2025, program studi PWK ITN Malang memperoleh akreditasi Unggul dari BAN-PT.

Keberadaan program studi tersebut memperlihatkan bahwa Malang memiliki sumber daya akademik untuk ikut memikirkan persoalan perkotaan. Pengetahuan perencanaan tidak hanya dibutuhkan untuk menyusun dokumen pembangunan, tetapi juga mencari solusi terhadap masalah yang dialami masyarakat.

Salah satu contoh kontribusi penelitian lokal adalah kajian mengenai optimalisasi integrasi transportasi publik Trans Jatim dan angkutan kota di Malang Raya. Artikel yang diterbitkan pada Mei 2026 tersebut ditulis Aisyah Salsabila Ni'mah dari bidang Perencanaan Wilayah dan Kota ITN Malang bersama Kevie Desderius.

Penelitian tersebut menyoroti pentingnya sinergi rute, tiket elektronik terpadu, penataan ulang trayek angkutan kota, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Tujuannya meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat serta mendukung transportasi berkelanjutan di Malang Raya.

Hasil kajian akademik semacam ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem transportasi yang menghubungkan tiga wilayah administratif di Malang Raya.

Model Kota Dunia Tidak Bisa Ditiru Mentah-Mentah 

Belajar dari Curitiba, Kopenhagen, Freiburg, dan Singapura bukan berarti Malang Raya harus mengadopsi seluruh sistem perkotaan negara lain.

Setiap kota memiliki kondisi geografis, kepadatan penduduk, kemampuan ekonomi, budaya, dan karakter sosial yang berbeda. Karena itu, penerapan konsep perencanaan harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Kota Malang dapat mempelajari pengembangan transportasi publik dan jalur pejalan kaki. Kabupaten Malang dapat mengambil inspirasi dari pengelolaan kawasan permukiman yang terhubung dengan transportasi dan perlindungan lingkungan. Sementara Kota Batu dapat mempelajari pengembangan kota wisata yang tetap menjaga ruang hijau dan daya dukung alam.

Hal penting lainnya adalah melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan. Kebutuhan pedagang, pekerja, pelajar, mahasiswa, penyandang disabilitas, pengendara, pesepeda, hingga pejalan kaki perlu diperhitungkan.

Dengan demikian, keberhasilan perencanaan kota tidak cukup diukur dari banyaknya bangunan baru atau panjang jalan yang dibangun. Ukurannya juga mencakup kemudahan masyarakat mengakses pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, transportasi, ruang publik, dan lingkungan yang sehat.

Perbedaan dengan Hari Tata Ruang Nasional 

Meskipun diperingati pada tanggal yang sama, 8 November, Hari Perencanaan Kota Sedunia dan Hari Tata Ruang Nasional memiliki latar belakang serta ruang lingkup berbeda.

Hari Perencanaan Kota Sedunia merupakan momentum internasional yang dimulai dari gagasan Carlos María della Paolera pada 1949. Peringatan ini menekankan pentingnya ilmu, profesi, dan praktik perencanaan kota serta wilayah untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Kategori :