Hari Radiologi Internasional 2026, Sejarah dan Perannya di Malang

Hari Radiologi Internasional 2026, Sejarah dan Perannya di Malang

Hari Radiologi Internasional, sejarah, dan peran radiologi di Malang Raya. -Infografis: Gemini AI--

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Teknologi radiologi menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan modern. Melalui pemeriksaan rontgen, CT scan, MRI, hingga ultrasonografi (USG), dokter dapat memperoleh gambaran bagian dalam tubuh untuk membantu menemukan penyakit, menentukan penanganan, dan memantau perkembangan kondisi pasien.

Peran tersebut diperingati setiap 8 November melalui Hari Radiologi Internasional atau International Day of Radiology (IDoR) dan Hari Radiografi Sedunia atau World Radiography Day (WRD).

Pada 2026, peringatan ini kembali mengajak masyarakat mengenali kontribusi teknologi pencitraan medis sekaligus menghargai tenaga profesional yang bekerja di balik pemeriksaan radiologi.

Bagi masyarakat Malang Raya, peringatan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan layanan kesehatan di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Rumah sakit di kawasan ini menjadi bagian dari jaringan pelayanan yang membutuhkan dukungan dokter spesialis radiologi, radiografer, serta tenaga kesehatan terkait.

Sejarah Penemuan Sinar-X oleh Wilhelm Conrad Röntgen

Tanggal 8 November dipilih karena bertepatan dengan penemuan sinar-X oleh fisikawan Jerman Wilhelm Conrad Röntgen pada 8 November 1895.

Penemuan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah ilmu kedokteran. Sinar-X memungkinkan bagian dalam tubuh manusia diperiksa tanpa harus melakukan pembedahan untuk melihat tulang maupun struktur tertentu.

Salah satu radiograf awal yang terkenal adalah gambar tangan kiri Anna Bertha Ludwig, istri Röntgen. Citra tersebut memperlihatkan tulang dan cincin yang dikenakannya. Penemuan ini membuka jalan bagi pemanfaatan pencitraan medis dalam pemeriksaan berbagai kondisi tubuh.

Atas penemuannya, Röntgen menerima Hadiah Nobel Fisika pertama pada 1901. Penghargaan itu diberikan atas penemuan sinar yang kemudian dikenal sebagai sinar-X atau X-rays.

Sejak itu, teknologi pencitraan berkembang pesat. Pemeriksaan yang awalnya mengandalkan foto sinar-X berkembang menjadi berbagai metode dengan kemampuan melihat jaringan, organ, pembuluh darah, hingga aktivitas tertentu di dalam tubuh.

Hari Radiografi Sedunia Lebih Dahulu Diperingati

Hari Radiografi Sedunia atau World Radiography Day diperingati setiap 8 November untuk mengapresiasi profesi radiografer dan tenaga pendukung bidang radiografi.

Peringatan ini telah diselenggarakan sejak 2007 dengan dukungan International Society of Radiographers and Radiological Technologists (ISRRT). Tujuannya antara lain mengenalkan profesi radiografi kepada masyarakat, meningkatkan pemahaman mengenai pencitraan medis, serta mendorong keselamatan dalam penggunaan teknologi radiasi.

Radiografer memiliki tugas penting dalam proses pemeriksaan. Mereka mengoperasikan peralatan pencitraan sesuai kompetensi, mempersiapkan pasien, memastikan posisi pemeriksaan tepat, dan menerapkan prosedur keselamatan radiasi.

Sumber: diolah dari berbagai sumber