MALANG, DISWAYMALANG.ID – Bagaimana jika Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu memiliki sistem transportasi seperti Curitiba di Brasil, jalur sepeda seperti Kopenhagen di Denmark, serta kawasan hijau seperti Singapura? Kota-kota tersebut menawarkan pengalaman perencanaan perkotaan yang bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan Malang Raya.
Gagasan itu relevan dengan peringatan Hari Perencanaan Kota Sedunia atau World Town Planning Day (WTPD) setiap 8 November. Momentum internasional ini mengingatkan bahwa kota yang nyaman tidak terbentuk hanya melalui pembangunan gedung, jalan, dan pusat perdagangan. Diperlukan perencanaan yang memperhatikan kebutuhan penduduk, mobilitas, lingkungan, ekonomi, serta kualitas kehidupan masyarakat.
Pada 2026, peringatan ini memasuki tahun ke-77 sejak pertama kali digagas pada 1949. Bagi Malang Raya, peringatan tersebut dapat menjadi kesempatan melihat kembali arah perkembangan kawasan perkotaan sekaligus belajar dari pengalaman kota-kota dunia.
Sejarah Hari Perencanaan Kota Sedunia
Hari Perencanaan Kota Sedunia bermula dari gagasan profesor asal Argentina, Carlos María della Paolera, pada 1949. Ia merupakan akademisi Universitas Buenos Aires yang memiliki perhatian terhadap perkembangan ilmu perencanaan kota.
Gagasan tersebut bertujuan meningkatkan perhatian masyarakat dan kalangan profesional terhadap pentingnya perencanaan perkotaan. Perencanaan tidak hanya berkaitan dengan bentuk fisik kota, tetapi juga hubungan antara manusia, lingkungan, kegiatan ekonomi, dan ruang tempat mereka beraktivitas.
International Society of City and Regional Planners (ISOCARP) menjadi salah satu organisasi yang aktif mempromosikan peringatan tersebut. Kegiatan Hari Perencanaan Kota Sedunia kemudian berkembang di berbagai negara melalui seminar, diskusi akademik, kompetisi, kegiatan masyarakat, dan pertukaran pengalaman antarkota.
Tanggal 8 November dipilih sebagai hari peringatan internasional. Momentum ini mengajak perencana kota, pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat membicarakan bagaimana kawasan perkotaan dapat tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Peringatan ini juga menekankan bahwa perencanaan kota bukan pekerjaan pemerintah atau ahli planologi semata. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di dalamnya perlu dilibatkan karena merekalah yang merasakan langsung manfaat maupun persoalan pembangunan.
Tema dan Kampanye Hari Perencanaan Kota Sedunia 2026
Pada 2026, Global Planners Network mengangkat pesan kampanye Great Communities Are Built on Planning. Pesan tersebut menekankan bahwa komunitas dan lingkungan kehidupan yang baik membutuhkan perencanaan yang melibatkan masyarakat.
Sementara itu, American Planning Association (APA) bersama Canadian Institute of Planners menyelenggarakan konferensi internasional pada 6 November 2026. Agenda tersebut mengusung tema Navigating Change to Shape Better Futures atau menavigasi perubahan untuk membentuk masa depan yang lebih baik.
Pembahasan mencakup tantangan perubahan sosial, lingkungan, teknologi, demografi, perumahan, dan ketahanan kota. Perencana dituntut mampu mempertemukan kepentingan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta kelompok profesional.
Pesan tersebut juga relevan bagi Malang Raya. Pertumbuhan kawasan pendidikan, perdagangan, industri, permukiman, dan pariwisata membutuhkan koordinasi agar perkembangan satu daerah tidak menimbulkan persoalan bagi daerah di sekitarnya.
Mengenal 4 Kota Dunia yang Bisa Jadi Inspirasi Malang Raya