Bahkan, bisa muncul persoalan di antara orang-orang yang terlibat. "Doanya saja kelihatannya bagus, tetapi akibatnya bisa rumit," ujar Gus Baha.
Melalui contoh itu, kiai yang dikenal dengan kedalaman ilmu tafsirnya tersebut mengingatkan bahwa manusia tidak selalu mampu memperkirakan apa yang akan terjadi setelah keinginannya terpenuhi.
Sesuatu yang terlihat menyenangkan dari kejauhan belum tentu mudah dijalani ketika benar-benar diperoleh.
Meminta Kebaikan Dunia dan Akhirat
Gus Baha kemudian mengarahkan pembahasan pada doa yang mencakup kebaikan secara menyeluruh. Beliau menyebut doa: "Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah."
Artinya, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat."
Menurut Gus Baha, kata hasanah atau kebaikan memiliki cakupan luas. Kebaikan itu dapat berupa kesehatan, rezeki, keluarga, pasangan, dan kehidupan yang membawa manfaat.
"Kalau diberi pasangan yang baik, itu juga hasanah," jelasnya.
Manusia tidak perlu menentukan seluruh bentuk kebaikan yang harus diterimanya. Allah lebih mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan oleh hamba-Nya.
Tak Semua yang Diminta Pasti Baik bagi Manusia
Pengajar tafsir Alquran asal Narukan Rembang itu kemudian memberikan contoh lain. Ada orang yang berdoa agar tidak pernah sakit. Padahal, sakit bisa menjadi sebab dihapuskannya sebagian dosa.
Ada pula orang yang ingin menjadi kaya. Namun, kekayaan yang diperoleh belum tentu membuatnya semakin dekat kepada Allah. Dalam keadaan tertentu, harta justru dapat menjadi ujian.
Gus Baha juga menyinggung keinginan memiliki sepeda motor. Kendaraan itu bisa menjadi sarana memudahkan aktivitas. Tetapi manusia tidak mengetahui seluruh kemungkinan yang menyertainya.
"Jangan-jangan kalau diberi, justru menjadi sebab kehancuranmu," ujar Gus Baha.
Contoh tersebut mengingatkan bahwa manusia tidak mengetahui seluruh hikmah di balik ketentuan Allah. Apa yang diminta belum tentu selalu menjadi sesuatu yang paling baik ketika diterima.
Belajar Tidak Mendikte Jawaban atas Doa
Melalui kisah Sayyidah Aisyah, Gus Baha mengajak umat Islam agar lebih berhati-hati dalam merumuskan permintaan kepada Allah.
Doa bukan sekadar daftar keinginan yang harus dipenuhi sesuai gambaran manusia. Ada keterbatasan pengetahuan yang membuat seseorang tidak selalu mampu memahami akibat dari setiap permintaan.
Karena itu, meminta kebaikan secara menyeluruh menjadi sikap yang patut dipertimbangkan. Manusia tetap boleh menyampaikan kebutuhan dan harapannya. Tetapi tidak perlu merasa paling mengetahui bentuk kebaikan yang harus diberikan Allah.