Gus Baha Jelaskan Doa Aisyah: Ikuti Permintaan Nabi (4)

Sabtu 07-11-2026,05:30 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

REMBANG, DISWAYMALANG.ID — Manusia sering meminta sesuatu secara terperinci ketika berdoa. Padahal, tidak semua yang dianggap baik benar-benar membawa kebaikan jika dilihat dari seluruh akibatnya. Keterbatasan itulah yang menjadi salah satu pokok penjelasan Gus Baha ketika membahas cara berdoa Sayyidah Aisyah.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengingatkan bahwa manusia tidak selalu mengetahui apa yang paling baik bagi dirinya. Karena itu, ia mengajak umat Islam belajar dari cara Sayyidah Aisyah memanjatkan doa dengan mengikuti tuntunan Nabi Muhammad.

Doa Sayyidah Aisyah Mengikuti Permintaan Nabi

Dalam pengajian tersebut, Gus Baha mengutip doa Sayyidah Aisyah yang intinya memohon kepada Allah sebagaimana permohonan yang diajukan Nabi Muhammad dan berlindung sebagaimana Rasulullah meminta perlindungan.

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagaimana yang dimohon oleh kekasih-Mu Muhammad. Aku berlindung kepada-Mu sebagaimana kekasih-Mu Muhammad memohon perlindungan."

Doa tersebut memperlihatkan sikap berhati-hati. Sayyidah Aisyah tidak merinci sendiri seluruh hal yang diinginkan, tetapi memilih mengikuti apa yang diminta oleh Nabi Muhammad.

Bagi Gus Baha, pilihan itu mengandung pelajaran penting. Jika manusia terlalu terperinci dalam meminta sesuatu, ia belum tentu memahami konsekuensi dari permintaannya sendiri.

Ulama ahli tafsir asal Rembang, Jateng, itu kemudian memberikan sejumlah contoh untuk menggambarkan bagaimana permintaan yang terdengar baik bisa memiliki akibat yang tidak terpikirkan.

Doa Ingin Kaya dengan Seribu Anak Yatim

Gus Baha memberikan contoh seseorang yang berdoa ingin menjadi orang kaya dengan memiliki seribu anak yatim.

Sekilas, permintaan itu tampak mulia. Orang tersebut seolah ingin mempunyai kemampuan ekonomi besar agar dapat membantu banyak anak yatim.

Namun, Gus Baha mengajak jamaah memikirkan makna permintaan tersebut jika dipahami secara harfiah.

"Kalau doa itu dikabulkan secara harfiah, berarti harus ada seribu orang yang meninggal agar muncul seribu anak yatim."

Contoh tersebut disampaikan dengan gaya humor khas Gus Baha. Tujuannya bukan melarang seseorang membantu anak yatim. Namun, menunjukkan bahwa manusia sering tidak memikirkan seluruh konsekuensi dari kalimat yang diucapkannya.

Niat membantu orang lain memang baik. Namun, permintaan yang dirumuskan secara terlalu spesifik bisa menimbulkan gambaran akibat yang tidak diinginkan.

Ingin Menjadi Penceramah Terkenal Juga Berkonsekuensi

Gus Baha kemudian memberikan contoh orang yang berdoa ingin menjadi penceramah terkenal.

Jika permintaan itu dikabulkan, ada banyak hal yang mungkin menyertainya. Harus ada panitia, penggalangan dana, panggung, dan berbagai kegiatan yang mendukung popularitas tersebut.

Kategori :