Gus Baha: Halimah Melihat Dada Nabi Muhammad Dibelah Malaikat (1)

Gus Baha: Halimah Melihat Dada Nabi Muhammad Dibelah Malaikat (1)

Ilustrasi Gus Baha menyampaikan kajian didampingi Gus Ali Masyhuri (kanan) di Ponpes Bumi Sholawat. -tangkapan layar youtube progresif tv7--

REMBANG, DISWAYMALANG.ID — Kisah masa kecil Nabi Muhammad saw menyimpan sejumlah peristiwa yang menjadi bagian dari tanda-tanda kenabian. Salah satunya adalah pertemuan Halimah dengan seorang kahin setelah Nabi Muhammad mengalami peristiwa pembelahan dada oleh para malaikat.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan bagaimana Halimah melihat Nabi Muhammad kembali dalam keadaan selamat. Peristiwa yang dialami beliau tidak membuat tubuhnya terluka atau menunjukkan tanda-tanda bahaya.

Gus Baha menyampaikan kajian tersebut dalam sebuah pengajian yang panjang. Disway Malang menyajikannya dalam  tulisan bersambung  dan ini merupakan seri 1.

Halimah melihat Nabi Muhammad kembali dengan selamat

Orang yang mendengar cerita tentang dada seorang anak dibelah tentu bisa membayangkan kejadian yang mengerikan. Apalagi, peristiwa itu melibatkan makhluk yang tidak biasa dilihat manusia.

Namun, keadaan Nabi Muhammad justru berbeda. Beliau kembali dalam keadaan seperti semula. Tidak ada tanda bahwa peristiwa tersebut mencelakakan dirinya.

Halimah merasa lega dan bahagia. Ia kemudian membawa Nabi Muhammad kembali ke tempat tinggalnya. Pengalaman itu juga diceritakan kepada sejumlah orang. Termasuk seorang kahin atau orang yang dipercaya dapat mengetahui perkara tersembunyi.

Gus Baha mengingatkan agar istilah kahin dalam kisah tersebut tidak langsung disamakan dengan peramal yang dikenal masyarakat sekarang. "Jangan langsung memahami kahin seperti peramal zaman sekarang," jelasnya.

Menurut ulama ahli tafsir asal Rembang itu, kahin pada masa sebelum Nabi Muhammad diutus memiliki konteks sejarah tersendiri. Sebagian masyarakat Arab ketika itu percaya bahwa kahin dapat memperoleh berita dari langit melalui perantara jin.

Kahin bertanya tentang pengalaman Nabi Muhammad

Setelah mendengar cerita Halimah, kahin tersebut kemudian memanggil Nabi Muhammad dengan sebutan khusus. "Wahai putra Zamzam."

Sebutan itu berkaitan dengan Makkah, tempat Nabi Muhammad dilahirkan. Dalam kisah tersebut, kahin juga menyebut beliau sebagai putra Maqam Ibrahim dan Tanah Suci.

Kahin itu kemudian mengajukan pertanyaan yang berhubungan langsung dengan peristiwa pembelahan dada. "Apakah peristiwa itu kamu lihat dalam keadaan terjaga atau ketika tidur?"

Pertanyaan tersebut penting karena pengalaman yang terjadi dalam mimpi tentu berbeda dengan kejadian yang disaksikan seseorang ketika sadar.

Nabi Muhammad menjawab bahwa beliau melihat peristiwa itu secara langsung. Beliau tidak sedang tidur atau bermimpi ketika para malaikat melakukan peristiwa tersebut.

Gus Baha menekankan bagian jawaban ini. Nabi Muhammad menyaksikan kejadian itu dalam keadaan sadar. Pengalaman tersebut bukan khayalan atau sesuatu yang muncul karena kebingungan.

Sumber: youtube dakwah gus baha27

Berita Terkait