Sinergi kampus dan masyarakat diharapkan menghasilkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Pengetahuan akademik dapat dipertemukan dengan kearifan warga yang tumbuh dari pengalaman sehari-hari.
Menjaga Esensi di Tengah Antusiasme Warga
Perubahan lokasi kegiatan juga mempertimbangkan tingginya antusiasme masyarakat. Penyelenggara berupaya menjaga kenyamanan dan kondusivitas tanpa menghilangkan karakter utama festival.
Ruang yang lebih terbatas mendorong panitia untuk mengatur kegiatan dengan tetap mempertahankan nilai budaya yang ingin disampaikan.
“Kita tidak bisa membendung antusiasme warga yang begitu besar dengan berbagai pemikirannya. Tapi paling tidak, kita mencoba mengamankan esensinya,” pungkas Redy.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat setempat, Festival Kampung Cempluk ke-16 diharapkan terus menjadi ruang bersama untuk merawat tradisi.
Pawon Lawas dan konsep permata tersembunyi menjadi bagian dari upaya menjaga identitas Kampung Cempluk. Lebih dari perhelatan tahunan, festival ini berupaya memastikan kebudayaan tetap hidup melalui keterlibatan warga lintas generasi.