2 tahun Disway Malang

Bima Arya di UB: Target Ekonomi 8 Persen Harus Ciptakan Green Jobs

Bima Arya di UB: Target Ekonomi 8 Persen Harus Ciptakan Green Jobs

Wamendgri Bima Arya membuka acara The Fifth International Conference of Public Administration and Governance (ICOPAC) 2026 yang digelar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB).-halim-Diswaymalang.id

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen harus diikuti penciptaan lapangan kerja yang layak dan berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan maupun memperlebar kesenjangan sosial menjelang Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Bima Arya saat menjadi pembicara dalam The Fifth International Conference of Public Administration and Governance (ICOPAC) 2026 yang digelar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), Malang, Rabu (21/10/2026).


--halim.diswaymalang.id

BACA JUGA:Mesin Sagu UB Pangkas Waktu Pengolahan dari 7 Hari Jadi 3 Jam, Bantu Ekonomi Warga Sorong

Dalam forum bertema Bridging Public Administration, Educational Administration, Library and Information Science for Sustainable Governance tersebut, Bima menilai Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Namun, peluang itu membutuhkan kebijakan yang mampu menghubungkan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan kesejahteraan dan perlindungan lingkungan.

“Sekarang kita berada di persimpangan jalan. Pertanyaannya, apakah kita akan menuju Indonesia yang cerah atau justru Indonesia yang gelap?” menjadi pesan yang disampaikan Bima dalam forum tersebut.

Ia menekankan, target ekonomi harus diterjemahkan pemerintah pusat dan daerah menjadi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Indikator keberhasilan pembangunan, menurutnya, tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi juga dari kualitas pekerjaan, pengurangan kemiskinan, serta keberlanjutan lingkungan.

“Kalau kita hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi keseimbangan ekologi hilang, kita justru akan mengarah kepada masa depan yang kita abaikan,” demikian substansi peringatan Bima.


Wamendagri Bima Arya Sugiarto menghadiri pembukaan The Fifth International Conference of Public Administration and Governance (ICOPAC) 2026 yang digelar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB). --hallim/disaymalang.id

Green Jobs Jadi Perhatian

Salah satu hal yang disoroti Bima adalah pengembangan green jobs atau pekerjaan hijau, yakni pekerjaan yang mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Sektor yang berpotensi dikembangkan antara lain pengelolaan sampah dan limbah, pertanian organik, transportasi berkelanjutan, serta energi terbarukan.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan arah penciptaan lapangan kerja sejalan dengan kebutuhan ekonomi sekaligus upaya menjaga lingkungan. Pemerintah daerah juga dituntut membaca perubahan kebutuhan dunia kerja dan menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai.

Bima turut menyoroti besarnya jumlah pekerja informal di Indonesia. Dalam paparannya, ia menyebut sekitar 60 persen pekerja Indonesia berada di sektor informal. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena kelompok pekerja ini relatif rentan ketika terjadi tekanan ekonomi, terutama jika tidak memiliki perlindungan sosial yang memadai.

Sumber: