2 tahun Disway Malang

FSTeM UB Gandeng 3 Profesor Jepang, Bahas Erupsi Gunung Api dan Kerja Sama Riset

FSTeM UB Gandeng 3 Profesor Jepang, Bahas Erupsi Gunung Api dan Kerja Sama Riset

Sesi foto bersama saat kuliah tamu--Prasetyaub

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID – Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTeM) menghadirkan tiga profesor dari Jepang dalam kuliah tamu internasional pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di MC Lantai 1 FSTeM ini membahas fenomena gunung api, mekanisme erupsi, hingga karakteristik batuan hasil letusan.

Tiga akademisi yang hadir adalah Taketo Shimano dari Kagoshima University, Keiko Matsumoto dari Geological Survey of Japan, serta Yamada Taishi dari Kyoto University. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya FSTeM memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring akademik lintas negara.

Dekan FSTeM Prof Ir Sukir Maryanto SSi MSi PhD menjelaskan, kuliah tamu tersebut merupakan bagian dari program internasionalisasi fakultas. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama dengan mitra luar negeri, termasuk lembaga penelitian di luar perguruan tinggi.

BACA JUGA:7 Ilmuwan UB Masuk Top 2% Researchers 2026, Bertambah 40% dari Tahun Lalu

“Kegiatan ini bagian dari program internasionalisasi fakultas, serta guest lecture ini bagian inisiasi peningkatan kerja sama internasional terutama dengan lembaga non-universitas,” tutur Sukir dikutip dari laman resmi UB, Rabu (14/10/2026).

Dalam sesi pemaparan, ketiga profesor menjelaskan fenomena gunung api di Jepang dan Indonesia. Materi mencakup urutan mekanisme letusan serta produk batuan yang terbentuk akibat erupsi.

Taketo Shimano menggunakan analogi minuman bersoda untuk membantu mahasiswa memahami perbedaan karakter letusan. Botol Coca-Cola yang dikocok lalu dibuka secara cepat dapat mengeluarkan cairan dan gas secara eksplosif, sedangkan pembukaan secara perlahan memungkinkan gas keluar lebih bertahap.

Analogi tersebut menggambarkan bahwa proses keluarnya gas dan tekanan berperan dalam karakter suatu letusan. Meski demikian, mekanisme erupsi gunung api jauh lebih kompleks karena dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kandungan gas, sifat magma, dan kondisi saluran vulkanik.

BACA JUGA:Mahasiswi Pascasarjana UB Teliti Mikroplastik Biodegradable, Temuan Terbit di Jurnal Q1

Perluas Kerja Sama dengan Jepang

Kuliah tamu internasional ini sekaligus menandai pengembangan kerja sama FSTeM dengan sejumlah mitra Jepang, termasuk Geological Survey of Japan dan Kagoshima University. Fakultas juga melanjutkan kolaborasi dengan Sakurajima Volcano Research Center yang berada di bawah Kyoto University dan telah terjalin sejak 2022.

Kerja sama internasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kuliah tamu. FSTeM juga mendorong penelitian bersama, penguatan infrastruktur laboratorium, serta terbukanya kesempatan mahasiswa untuk membangun jaringan akademik dan riset di tingkat internasional.

Program ini menyasar mahasiswa dari jenjang sarjana hingga doktoral. Melalui interaksi dengan akademisi dan peneliti Jepang, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai perkembangan penelitian sekaligus peluang melanjutkan studi dan menjalin kolaborasi.

Sukir menyebutkan, salah satu mahasiswa doktoral FSTeM saat ini sedang menempuh studi di Kyoto University. Selain itu, peralatan yang berasal dari universitas Jepang telah dipasang di laboratorium fakultas untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian.

Sumber: prasetya.ub.ac.id

Berita Terkait