Mumu Puding Malang, Berawal dari Dapur Sempit Kini Produksi 5.000 Puding Sehari

Mumu Puding Malang, Berawal dari Dapur Sempit Kini Produksi 5.000 Puding Sehari

Mumu Puding Malang berawal dari dapur sempit dan modal uang belanja. Kini, produksinya bisa mencapai 5.000 puding sehari!-SS YOUTUBE -

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Mumu Puding, usaha kuliner milik Iradian di Jalan Janti Barat, Kota Malang, membuktikan bahwa bisnis besar bisa berawal dari dapur sederhana dan modal terbatas.

Dirintis sejak 2012, usaha puding ini tumbuh dari percobaan membuat kue di rumah hingga mampu mempekerjakan puluhan karyawan dan memproduksi sekitar 5.000 buah per hari pada momen tertentu.

Perjalanan Iradian tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah menghadapi kue yang tidak laku, harus mengambil kembali dagangan yang dikembalikan, hingga mengalami konflik rumah tangga akibat kesibukan mengurus usaha.

Namun, kegigihan, dukungan keluarga, dan keberanian membaca peluang pasar membuat bisnisnya terus berkembang. Kisah tersebut dibagikan melalui kanal YouTube Pecah Telur dalam video berjudul Dari Dapur Sempit di Dalam Gang, Kini Jadi Pelopor Puding Terbesar di Kota Malang.

Berawal dari Sisa Bahan Kue Lebaran

Usaha Iradian bermula dari bahan baku pembuatan kue kering Lebaran yang tersisa, yakni mentega. Daripada membiarkannya tidak terpakai, ia mencoba mengolah bahan tersebut menjadi roll cake.

Kue buatannya kemudian dititipkan kepada tukang sayur di kampung. Sayangnya, perjalanan awal itu tidak mudah karena sebagian dagangan tidak terjual dan harus dikembalikan.

Iradian bahkan pernah menggendong anaknya yang masih berusia sekitar 1,5 tahun di bawah terik matahari untuk mengambil kembali kue yang tidak laku.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu masa sulit dalam perjalanan bisnisnya. Meski begitu, ia tidak langsung menyerah dan mulai mencari produk lain yang bisa dibuat menggunakan bahan serta kemampuan yang dimilikinya.

Ia kemudian mencoba membuat puding vanila cokelat dengan resep dasar yang dipelajari secara otodidak. Produk sederhana tersebut justru mendapat sambutan positif dari kerabat dan teman-temannya.

“Memulai usaha itu karena enggak diniatin banget-banget, cuman ada orderan. Saya cuman pakai uang belanja loh, Mas. Sisihan uang belanja itu saya bikin,” cerita Iradian dalam video Pecah Telur.

Ia juga membuktikan bahwa merintis bisnis tidak selalu harus diawali dengan pinjaman besar atau modal yang melimpah.

“Kalau orang bilang mustahil kalau zaman sekarang usaha enggak ada modal, kenyataannya saya bisa loh,” lanjutnya.

Puding Jadi Alternatif Kue Ulang Tahun

Salah satu peluang yang dikembangkan Iradian adalah menjadikan puding sebagai alternatif kue tart. Sejak merintis usaha pada 2012, ia menawarkan puding yang dapat dihias dengan tulisan ucapan maupun karakter sesuai kebutuhan pelanggan.

Konsep tersebut membuat puding tidak hanya menjadi makanan penutup, tetapi juga pilihan untuk berbagai acara. Produk bisa digunakan sebagai hadiah ulang tahun, hantaran, hingga buah tangan ketika menjenguk orang sakit.

Sumber: