2 tahun Disway Malang

FKH UB Edukasi Penyembelihan Halal di Jepang Bersama NAHA dan CICC

FKH UB Edukasi Penyembelihan Halal di Jepang Bersama NAHA dan CICC

FKH UB bekerja sama dengan NAHA dan CICC di Jepang untuk mengedukasi penyembelihan halal, kesejahteraan hewan, dan keamanan pangan. -fkh ub--

CHIBA, DISWAYMALANG.ID – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) memperluas edukasi tentang penyembelihan halal dan keamanan pangan hingga Jepang. Kampus ini berkolaborasi dengan Nippon Asia Halal Association (NAHA) dan Chiba Islamic Cultural Center (CICC).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program pengabdian masyarakat internasional bertajuk Bridging Veterinary Science and Halal Standards in Japan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dosen Berkarya (DOKAR) 2026.

Program berlangsung di lantai empat Gedung CICC, Jepang, pada 12 Oktober 2026. Materinya menghubungkan ilmu kedokteran hewan dengan standar penyembelihan halal, kesejahteraan hewan, dan keamanan pangan asal hewan.

FKH UB Bahas kesejahteraan hewan Sebelum Penyembelihan

Dalam rilis FKH UB yang diterima Disway Malang, Kamis (22/10/2026), Dekan FKH UB drh Dyah Ayu Oktavianie AP M Biotech APVet memimpin keterlibatan tim akademisi dalam kegiatan tersebut. Tiga dosen turut memberikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Mereka adalah Dr drh Siti Kurniawati MKedTrop, drh Ajeng Erika Prihastuti Haskito MSi, serta drh Nurina Titisari MSc PhD.

Dari pihak mitra, kegiatan ini melibatkan Direktur NAHA Jepang Dr Saeed Akhtar dan Ketua CICC Ust Dr Haji Kyoichiro Sugimoto.

Siti Kurniawati menyampaikan materi berjudul Halal Slaughter and Animal Welfare: A Veterinary Perspective. Ia membahas pentingnya menjaga kesehatan dan kesejahteraan hewan sebelum penyembelihan.

Perhatian tersebut mencakup kondisi tempat penampungan, ketersediaan air minum, waktu istirahat, serta cara menangani hewan. Proses pengekangan juga perlu dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan ketakutan dan cedera yang tidak perlu.

Pemahaman anatomi dan fisiologi hewan turut menjadi bagian pembahasan. Pengetahuan tentang struktur leher dan proses pengeluaran darah membantu menjelaskan prosedur penyembelihan dari perspektif ilmiah.

Tahapan Penyembelihan Halal Harus Higienis

Materi berikutnya disampaikan Nurina Titisari melalui paparan How to Perform Halal Slaughter – Step by Step.

Ia menguraikan tahapan penyembelihan halal. Prosesnya meliputi pemeriksaan kondisi hewan, persiapan peralatan, penggunaan alat pelindung diri, serta penanganan hewan secara tenang.

Pembahasan juga mencakup penyembelihan dan penanganan karkas secara higienis. Kebersihan harus dijaga sejak persiapan hingga daging siap ditangani lebih lanjut.

Penyembelihan halal tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan teknis. Prosesnya juga perlu memperhatikan ketentuan halal, keselamatan kerja, dan pencegahan kontaminasi.

Karena itu, penanganan setelah penyembelihan menjadi bagian penting dalam menjaga mutu dan keamanan daging.

Keamanan Pangan Asal Hewan Jadi Perhatian

Sumber:

Berita Terkait