Jangan Cuci Muka Pakai Sabun Mandi Batang, Ini Risiko yang Perlu Diketahui

Rabu 07-10-2026,06:36 WIB
Reporter : Fairuz Ainur Syafa Mustofa
Editor : Mohammad Khakim

Dermatolog justru mengingatkan agar kulit tidak dibuat terlalu kering. AAD menyebut kulit yang mengalami iritasi dan terlalu kering dapat membuat masalah jerawat semakin buruk.

Untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat, AAD merekomendasikan pembersih yang lembut. Produk dengan label oil-free atau non-comedogenic juga dapat dipertimbangkan.

Jadi, tidak tepat jika dikatakan sabun batang pasti membuat wajah memproduksi minyak berlebihan pada semua orang. Reaksi kulit berbeda-beda. Yang lebih jelas, pembersih yang terlalu keras dapat menyebabkan iritasi dan kekeringan.

BACA JUGA:Kentang Bertunas dan Berwarna Hijau Jangan Disepelekan, Ada Risiko Glikoalkaloid

4. Sabun Batang Bukan Pilihan Ideal untuk Wajah

Sabun batang yang digunakan bersama-sama juga berpotensi mengalami kontaminasi dari lingkungan dan tangan. Namun, alasan utama untuk tidak menggunakannya pada wajah bukan semata-mata karena bakteri.

Faktor formula pembersih, tingkat kekerasan, pewangi dan kesesuaiannya dengan kondisi kulit jauh lebih penting.

Cleveland Clinic menyebut pembersih cair secara umum cenderung lebih lembut daripada sabun batang. Produk tanpa pewangi juga lebih disarankan untuk kulit yang sensitif.

Lalu, Apa yang Sebaiknya Digunakan?

Pilih pembersih wajah yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit. Untuk kulit sensitif, pertimbangkan produk yang bebas pewangi. Sementara kulit yang rentan berjerawat dapat memilih produk berlabel non-comedogenic atau oil-free.

Cara mencuci wajah juga penting. Gunakan air suam-suam kuku. Oleskan pembersih dengan ujung jari secara lembut. Jangan menggosok wajah terlalu keras.

AAD menyarankan mencuci wajah hingga dua kali sehari dan setelah berkeringat. Namun, frekuensi dapat disesuaikan dengan kondisi kulit. Orang dengan kulit kering atau sensitif bisa membutuhkan pembersihan yang lebih sedikit.

Jika wajah terus mengalami kemerahan, perih, mengelupas atau jerawat semakin parah setelah mengganti produk pembersih, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Kondisi tersebut bisa membutuhkan penanganan yang lebih spesifik.

Kategori :