MALANG, DISWAYMALANG.ID - Menggunakan sabun mandi batang untuk mencuci wajah memang terasa praktis. Satu sabun bisa digunakan untuk seluruh tubuh. Namun, kebiasaan ini sebaiknya tidak dijadikan rutinitas.
American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan pembersih wajah yang lembut. Sabun batang biasa dapat membuat kulit lebih kering dan berisiko mengganggu kondisi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif.
Masalahnya bukan semata-mata karena sabun berbentuk batang. Formula setiap produk berbeda. Namun, sabun batang biasa umumnya memiliki pH lebih tinggi dibandingkan pembersih wajah. Kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan kulit dan mengurangi minyak alami yang dibutuhkan untuk menjaga lapisan pelindung kulit.
1. pH Sabun Bisa Terlalu Basa
Kulit manusia secara alami memiliki pH yang sedikit asam. Cleveland Clinic menyebut pH kulit normal orang dewasa sekitar 5,5.
BACA JUGA:Tips Makan Buah untuk Diet: Pilih Buah Utuh, Batasi Jus dan Perhatikan Porsi
Sementara itu, sabun batang umumnya memiliki pH lebih tinggi daripada pembersih wajah. Perbedaan tersebut dapat mengganggu keseimbangan alami kulit.
Karena itu, penggunaan sabun batang biasa secara rutin pada wajah berpotensi membuat kulit terasa kering dan tidak nyaman.
2. Bisa Mengganggu Skin Barrier
Lapisan pelindung kulit atau skin barrier berfungsi membantu mempertahankan kelembapan sekaligus melindungi kulit dari berbagai faktor luar.
Pembersih yang terlalu keras dapat mengangkat minyak alami kulit secara berlebihan. Akibatnya, kulit bisa terasa tertarik, kering, kasar, mengelupas atau lebih mudah mengalami iritasi.
BACA JUGA:10 Manfaat Bunga Telang untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan dan Antosianin
Cleveland Clinic juga menyarankan penggunaan pembersih yang lembut dan bebas sabun untuk membantu menjaga skin barrier.
3. Kulit Kering Bukan Berarti Jerawat Hilang
Ada anggapan bahwa semakin kesat wajah setelah dicuci, semakin bersih kulit. Anggapan ini tidak selalu benar.