2 tahun Disway Malang

270 Orang Diduga Keracunan di Cirebon, 231 Anak Usai Konsumsi MBG

270 Orang Diduga Keracunan di Cirebon, 231 Anak Usai Konsumsi MBG

Ilustrasi SPPG. -AI--

CIREBON, DISWAYMALANG.ID – Kasus dugaan keracunan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, terus berkembang. Hingga Rabu, 21 Oktober 2026, jumlah warga terdampak mencapai 287 orang.

Dinas Kesehatan Kota Cirebon mencatat 210 pasien menjalani perawatan di rumah sakit. Sebanyak 77 orang lainnya mendapat penanganan rawat jalan. Mayoritas korban merupakan anak-anak usia sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Siti Maria Listiawaty menyampaikan data tersebut berdasarkan pendataan hingga sekitar pukul 13.00 WIB. Angka itu meningkat dari 270 korban yang tercatat pada pagi hari. Penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. 

Korban Tersebar di Delapan Rumah Sakit

Dinas Kesehatan mencatat korban ditangani di delapan rumah sakit di Kota Cirebon. Fasilitas tersebut meliputi RS Ciremai, RSD Gunung Jati, RS Siloam Putera Bahagia, RS Medimas, RS Cahaya Bunda, RS Panti Abdi Dharma, RS Pelabuhan, dan RS Sumber Kasih.

RS Ciremai menangani pasien terbanyak, yakni 102 orang, berdasarkan laporan yang dihimpun hingga Rabu siang. Pendataan masih berlangsung seiring masuknya laporan baru.

Para korban dilaporkan mengalami sejumlah gejala, antara lain mual, muntah, dan diare. Dinas Kesehatan menyebut kondisi pasien yang dirawat relatif stabil. Hingga pembaruan data siang itu, tidak ada pasien yang dilaporkan membutuhkan perawatan di ruang ICU.

Dugaan Berkaitan dengan Menu Sop Telur Puyuh

Kasus ini dilaporkan terjadi setelah makanan MBG didistribusikan kepada penerima manfaat di wilayah Kecamatan Harjamukti. Distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga menjangkau 28 institusi pendidikan.

Laporan awal menyebut sejumlah siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan tersebut. Menu sop telur puyuh menjadi salah satu yang disorot karena beberapa saksi mengaku kuahnya terasa asam.

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi mengenai sumber keracunan. Sampel makanan, muntahan, dan feses pasien telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pengujian diperlukan untuk memastikan penyebab dan kemungkinan sumber kontaminasi.

Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Pemerintah menghentikan sementara operasional SPPG yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Langkah ini dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel dan proses investigasi.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon Yulian Septa Pratama menyatakan penghentian sementara berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ia juga menyampaikan bahwa biaya penanganan medis para korban akan ditanggung Badan Gizi Nasional (BGN).

Dinas Kesehatan bersama pihak terkait masih melakukan pendataan dan pemantauan kondisi korban. Masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, diharapkan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian ini.

Keamanan Pangan MBG Perlu Diawasi

Kementerian Kesehatan sebelumnya menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Pengawasan mencakup proses pengolahan makanan di SPPG dan koordinasi dengan dinas kesehatan daerah.

Dalam penanganan dugaan keracunan, pemeriksaan sampel dan investigasi diperlukan untuk mengetahui penyebab kejadian. Hasilnya juga menjadi dasar untuk mengevaluasi proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan agar risiko serupa dapat dicegah. 

Sumber: disway dan sumber lainnya

Berita Terkait