BACA JUGA:Kesemutan pada Tangan dan Kaki, Kapan Normal dan Kapan Harus Diperiksa Dokter?
5. Jeruk dan Buah Citrus
Jeruk dan kelompok buah citrus lainnya mengandung serat, vitamin C dan senyawa bioaktif.
Untuk mendapatkan serat secara lebih utuh, buah sebaiknya dikonsumsi langsung daripada selalu dibuat jus dan disaring.
Buah citrus juga termasuk kelompok buah yang dikaitkan dengan manfaat terhadap kesehatan kardiovaskular dalam sejumlah penelitian populasi.
6. Kiwi
Kiwi mengandung serat, vitamin C dan berbagai senyawa bioaktif.
Buah ini dapat menjadi pilihan dalam menu harian, terutama jika dikonsumsi sebagai buah utuh. Kiwi dapat dicampurkan ke oatmeal atau yogurt tanpa tambahan gula berlebihan.
7. Anggur
Anggur mengandung polifenol, termasuk resveratrol pada jenis tertentu, terutama anggur berwarna gelap.
Namun, anggur tetap mengandung gula alami sehingga porsinya perlu diperhatikan. Mengonsumsi buah segar lebih baik daripada menjadikan kismis sebagai sumber buah utama karena buah yang dikeringkan lebih padat kalori dan gula per berat.
8. Delima
Delima kaya akan senyawa polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan.
Buah ini dapat menjadi variasi dalam pola makan sehat. Sebaiknya konsumsi biji buah secara langsung atau pilih jus tanpa tambahan gula jika ingin mengonsumsinya dalam bentuk minuman.
BACA JUGA:Kaya Antioksidan, Ini 9 Khasiat Stroberi untuk Jantung hingga Otak
Namun, delima tidak seharusnya diposisikan sebagai obat penurun kolesterol. Bukti manfaatnya terhadap kadar kolesterol pada manusia masih perlu dilihat dalam konteks keseluruhan pola makan.
9. Pisang
Pisang mengandung serat dan kalium. Kandungan tersebut membuat pisang dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
Pisang juga praktis sebagai camilan atau campuran oatmeal. Namun, manfaatnya terhadap kolesterol tidak berarti pisang secara langsung dapat menggantikan terapi untuk kolesterol tinggi.
Bukan Sekadar Menambah Buah
Mengonsumsi buah saja tidak cukup untuk mengendalikan kolesterol.
Pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting. Selain memperbanyak makanan kaya serat, perhatikan pula konsumsi lemak jenuh yang banyak terdapat pada daging berlemak, mentega, produk susu tinggi lemak dan sejumlah makanan olahan.