Upstream Youth Champs PHE Ajak Mahasiswa UB Kenali Industri Migas
Sesi talkshow interaktif antara perwakilan Pertamina, perwakilan UB, dan Vina Muliana HR Practitioner & Content Creator dalam rangkaian kegiatan Upstream Youth Champs 2026 di Universitas Brawijaya. -ist--
MALANG, DISWAYMALANG.ID - Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) membutuhkan lebih dari sekadar tenaga ahli pengeboran dan produksi. Penguasaan teknologi, kemampuan mengelola bisnis, komunikasi, hingga inovasi juga menjadi kompetensi penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Peluang dan tantangan tersebut diperkenalkan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kepada mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) melalui program Upstream Youth Champs (UYC) 2026 di Malang, Selasa (3/11/2026). Mengangkat tema "Menggali Potensi, Menggerakkan Energi", kegiatan ini mengajak generasi muda memahami industri hulu migas sekaligus mempersiapkan kompetensi untuk memasuki dunia profesional.
Program tersebut mempertemukan perspektif praktisi industri dengan lingkungan akademik. Mahasiswa tidak hanya memperoleh gambaran mengenai proses eksplorasi dan produksi migas, tetapi juga diajak mengenali peluang kontribusi dari berbagai disiplin ilmu.
PHE Perkenalkan Peran Strategis Industri Hulu Migas
Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE menjalankan kegiatan eksplorasi, pengembangan lapangan, dan produksi minyak serta gas bumi. Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dalam rantai penyediaan energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung kegiatan industri.

Perwakilan Pertamina menerima plakat dari perwakilan UB. -ist--
Dalam pemaparan perusahaan, PHE mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja operator migas di Indonesia. Kontribusinya mencapai sekitar 65 persen terhadap lifting minyak domestik dan 35 persen terhadap lifting gas domestik.
Hingga akhir semester I 2026, produksi migas PHE tercatat mencapai 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Angka tersebut terdiri atas produksi minyak 459 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas 2.756 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Besarnya aktivitas operasional tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri. PHE perlu menjaga produksi dari lapangan yang sudah beroperasi, mengembangkan potensi cadangan baru, serta meningkatkan efisiensi melalui pemanfaatan teknologi.
Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) untuk membantu meningkatkan perolehan minyak. Selain itu, perusahaan juga mengeksplorasi peluang teknologi energi masa depan, seperti natural hydrogen serta Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS).
Vina Muliana Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri
Tidak hanya membahas perkembangan industri energi, UYC 2026 juga menghadirkan materi pengembangan karier bersama Vina Muliana, praktisi sumber daya manusia (HR) sekaligus content creator.
Dalam sesi tersebut, Vina mengajak mahasiswa mengidentifikasi kekuatan diri dan membangun keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pengalaman selama kuliah dinilai dapat menjadi modal penting untuk membentuk kompetensi profesional.

Mahasiswa UB mencoba menggali potensi dan mengenal industri hulu migas lewat Upstream Youth Champs 2026 yang diselenggarakan di Kampus UB. -ist --
Sumber:









