Peningkatan tersebut terjadi ketika balapan sudah memasuki fase akhir. Dalam analisis yang disampaikan, berkurangnya bahan bakar diduga membuat distribusi bobot motor berubah sehingga Veda lebih leluasa mengendarai Honda NSF250RW sesuai gaya balapnya.
Sebelumnya, Veda juga merasakan karakter motor yang berbeda ketika lintasan masih lembap pada Jumat. Ia merasa percaya diri dan mampu melaju cepat dalam kondisi tersebut. Ketika trek mengering, Honda Team Asia kemudian melakukan perubahan setup setelah sesi Q2.
Namun, perbaikan itu belum cukup untuk membawa Veda kembali ke perebutan poin.
Perbedaan pace dengan pembalap tercepat masih terlihat. Ketika Veda mencatat waktu terbaiknya, Maximo Quiles justru membukukan lap tercepat balapan dengan 1 menit 40,366 detik.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, juga menyoroti kesulitan untuk menyalip dan bergerak maju dari rombongan tengah. Hal itu menjadi bagian dari persoalan yang dihadapi Veda sepanjang balapan.
Kini Red Bull Ring di Austria menanti. Karakter sirkuit yang berbeda akan memberikan kondisi baru bagi Veda Ega Pratama dan Honda Team Asia.
Setelah Misano menunjukkan adanya perbedaan kecepatan antara Honda NSF250RW dan KTM RC 250 GP di barisan depan, pekerjaan berikutnya adalah mencari setup yang bisa membuat Veda mendapatkan ritme kompetitif lebih cepat sejak awal balapan.(*)