Veda Ega Pratama Terpuruk di Misano, Ada Masalah yang Terlihat Jelang Austria
Veda Ega Pratama finis ke-18 di GP Misano dan kembali gagal meraih poin. Performa membaik di akhir balapan, tetapi masalah setup disorot.-Ig Veda Ega Pratama-Ig Veda Ega Pratama
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Veda Ega Pratama kembali gagal meraih poin setelah finis di posisi ke-18 pada GP Misano. Hasil tersebut membuat pembalap Honda Team Asia itu mencatat dua balapan beruntun tanpa poin sejak seri Aragón.
Hasil di Misano menjadi perhatian karena Veda sebelumnya mengawali musim dengan penampilan yang menjanjikan. Namun, finis di luar zona poin membuat muncul pertanyaan mengenai penyebab kesulitannya bersaing dengan rombongan depan Moto3.
Dalam analisis yang disampaikan, persoalan Veda tidak semata-mata dilihat dari posisi finis. Karakter sirkuit Misano yang teknikal disebut turut menjadi tantangan bagi Honda NSF250RW yang dikendarainya.
Pada kondisi lintasan kering, Veda disebut mengalami kesulitan menemukan feeling pada roda depan, terutama ketika tangki bahan bakar masih penuh. Kondisi tersebut membuat ritmenya tertinggal dari pembalap di barisan depan.
Pace Veda Mulai Membaik di Akhir Balapan
Perbedaan ritme terlihat sejak lap-lap awal. Maximo Quiles dan David Almansa mampu mempertahankan catatan waktu di kisaran 1 menit 40 detik.
Sementara itu, Veda berada di kisaran 1 menit 42 detik setelah mencatat waktu 1 menit 50,687 detik pada lap pertama. Jarak dengan grup terdepan kemudian semakin melebar.
Memasuki lap kedelapan, catatan waktu Veda kembali turun ke 1 menit 42,5 detik. Bahkan pada lap ke-14, ia mencatat 1 menit 42,687 detik.
Namun, situasi berubah pada fase akhir balapan. Ketika balapan memasuki lap ke-15 hingga lap ke-19, catatan waktu Veda justru membaik.
Veda mencatat 1 menit 41,798 detik pada lap ke-15, kemudian 1 menit 41,516 detik pada lap ke-16. Ia kembali mencatat 1 menit 41,537 detik pada lap ke-17 dan 1 menit 41,543 detik pada lap ke-18.
Pada lap ke-19, Veda membukukan waktu 1 menit 41,45 detik yang menjadi catatan tercepatnya dalam balapan tersebut. Top speed-nya juga disebut mencapai 213,4 km/jam.
Perubahan ritme tersebut menjadi salah satu poin penting dalam analisis performa Veda di Misano. Performa yang membaik ketika balapan sudah memasuki fase akhir menunjukkan adanya perbedaan karakter motor sepanjang lomba.
Dalam analisis tersebut, kondisi ketika bahan bakar mulai berkurang disebut dapat membuat Veda lebih leluasa mengendarai motor sesuai gaya balapnya. Masalah setup kemudian menjadi salah satu hal yang disorot.
Honda Team Asia Punya Pekerjaan Rumah
Hiroshi Aoyama turut menjadi sorotan melalui pernyataannya mengenai kesulitan Honda Team Asia untuk menyalip dan bergerak maju dari rombongan tengah.
Honda NSF250RW disebut menghadapi kesulitan ketika berada di tengah rombongan. Kondisi tersebut membuat Veda kesulitan mempertahankan momentum, terutama ketika harus mengikuti ritme pembalap lain.
Sumber: yt motogp id

