2 tahun Disway Malang

Nunung, Kadir, dan Kirun Hidupkan Area Srimulat di Mega Science Center Batu

Nunung, Kadir, dan Kirun Hidupkan Area Srimulat di Mega Science Center Batu

Penampilan Legenda Srimulat Nunung, Kadir dan Kirun Hadir di Trial Opening Mega Science Center dan Budaya JTP 1-JTP Grup -

BATU, DISWAYMALANG.ID--Sejarah lawak Indonesia mendapat ruang khusus di destinasi edukasi terbaru Kota Batu. Dalam trial opening Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1, Rabu (16/9/2026), pengunjung berkesempatan bertemu langsung dengan Nunung, Kadir, dan Kirun.

Kehadiran tiga pelawak senior tersebut menjadi bagian dari pengenalan area Srimulat. Ruang ini dirancang untuk mengajak generasi muda mengenal perjalanan seni pertunjukan dan budaya populer Indonesia melalui tokoh, cerita, serta karya yang pernah dekat dengan kehidupan masyarakat.

Nunung, Kadir, dan Kirun tidak hanya hadir sebagai tamu. Mereka juga berinteraksi dengan pengunjung sekaligus melihat area yang mengangkat sejarah dan jejak kelompok lawak Srimulat. Kehadiran mereka membuat narasi tentang dunia lawak terasa lebih dekat dan hidup.

Khofifah Resmikan Museum Mega Science Center & Budaya JTP 1, Ada 617 Alat Peraga, Terbanyak se-Asia

Jejak Lawak dalam Ruang Budaya

Area Srimulat menjadi salah satu bagian dari zona budaya di Mega Science Center dan Budaya. Ruang tersebut menghadirkan gambaran perjalanan kelompok lawak yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan hiburan dan seni pertunjukan di Indonesia.

Melalui area ini, pengunjung diajak memahami bahwa budaya tidak hanya berbentuk benda bersejarah, artefak, atau bangunan kuno. Budaya juga tumbuh melalui cerita, tokoh, pertunjukan, humor, dan karya yang menjadi bagian dari ingatan masyarakat.

Direktur Jawa Timur Park Group Rio Imam Sendjojo mengatakan, kehadiran area Srimulat merupakan upaya menghadirkan budaya dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan pengunjung.

“Budaya bukan hanya tentang benda-benda bersejarah. Tetapi juga tentang cerita, tokoh, karya, dan perjalanan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujar Rio.

Menurutnya, Srimulat dipilih sebagai salah satu bagian dari zona budaya karena perjalanan kelompok lawak tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sejarah budaya populer kepada generasi lintas usia.

“Kami ingin menghadirkan Srimulat sebagai salah satu bagian dari perjalanan budaya populer yang bisa dikenalkan kembali kepada generasi sekarang,” lanjutnya.

BACA JUGA:Museum Mega Science Center dan Budaya Hadir di Batu, 617 Alat Peraga Siap Dibuka 16 September

Nunung, Kadir, dan Kirun Berinteraksi

Kehadiran Nunung, Kadir, dan Kirun memberi pengalaman tersendiri bagi pengunjung. Mereka dapat melihat langsung sosok pelawak senior yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia lawak dan seni pertunjukan Jawa.

Rio menyebut kehadiran ketiganya membuat area Srimulat tidak berhenti sebagai ruang pamer. Interaksi langsung dengan pelaku seni memberikan dimensi pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.

“Hari ini menjadi momen yang istimewa karena kami bisa mempertemukan ruang yang kami siapkan dengan para pelaku yang memiliki cerita di baliknya,” katanya.

Sumber:

Berita Terkait