PEKALONGAN, DISWAYMALANG.ID-- Dua macan tutul Jawa terekam kamera jebak di Hutan Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Temuan itu memastikan sedikitnya dua individu macan tutul menggunakan kawasan hutan tersebut.
Namun, ada satu hal penting yang tidak boleh disimpulkan dari rekaman itu: populasi macan tutul di Hutan Mendolo bukan berarti hanya dua ekor.
Rekaman kamera trap hanya menunjukkan individu yang berhasil terdeteksi oleh perangkat. Untuk mengetahui jumlah populasi secara ilmiah, dibutuhkan pemantauan yang jauh lebih luas dan sistematis.
Dua Rekaman Bukan Berarti Dua Ekor
Video berdurasi sekitar 25 detik tersebut memperlihatkan dua macan tutul melintas di jalur yang sama. Salah satunya memiliki morf melanistik atau dikenal masyarakat sebagai macan kumbang. Individu lainnya memiliki pola rosette atau totol yang lebih jelas. Keduanya merupakan macan tutul Jawa (Panthera pardus melas), bukan dua spesies berbeda.
Perbedaan tampilan justru membantu peneliti membedakan individu dalam pemantauan kamera trap.
Tetapi, dua individu yang tertangkap kamera tetap belum cukup untuk menghitung populasi. Bisa saja masih ada individu lain yang tidak melewati titik kamera, berada di kawasan yang belum dipasangi kamera atau terekam pada waktu berbeda.
BACA JUGA:Dua Macan Tutul Jawa Terekam Bersamaan di Hutan Mendolo Pekalongan, Ada Macan Kumbang
Karena itu, kalimat yang paling tepat adalah sedikitnya dua individu macan tutul terdeteksi di kawasan tersebut.
Bagaimana Cara Menghitung Populasi?
Kamera trap merupakan salah satu alat penting untuk memantau satwa yang sulit diamati secara langsung.
Perangkat dipasang di lokasi yang berpotensi menjadi jalur pergerakan satwa. Ketika hewan melintas, kamera akan mengambil foto atau video secara otomatis.
Untuk macan tutul, pola totol pada tubuh dapat membantu mengenali individu. Data dari banyak kamera kemudian dibandingkan untuk mengetahui apakah satwa yang terekam di satu lokasi merupakan individu yang sama dengan yang muncul di lokasi lain.
Semakin luas cakupan kamera dan semakin lama periode pemantauan, semakin kuat data yang dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah serta kepadatan populasi.
Karena itu, satu rekaman berisi dua macan tutul tidak bisa langsung diubah menjadi angka populasi.
Survei di Lanskap Lebih Luas Sudah Dilakukan
Yang menarik, keberadaan macan tutul di wilayah Pekalongan bukan baru diketahui dari rekaman terbaru di Mendolo.
Survei macan tutul dalam lanskap Petungkriyono-Lebakbarang juga pernah dilakukan. Namun, hasil berupa estimasi populasi khusus lanskap tersebut belum dipublikasikan secara resmi dalam laporan terbaru yang tersedia.
Artinya, sampai sekarang belum tepat jika menyebut berapa jumlah pasti macan tutul yang hidup di Hutan Mendolo.