Yang sudah bisa dipastikan adalah kawasan tersebut digunakan macan tutul Jawa sebagai habitat.
Hal itu juga sejalan dengan berbagai penelitian mengenai kesesuaian habitat macan tutul Jawa di kawasan hutan Pekalongan. Sejumlah penelitian akademik bahkan secara khusus mengkaji habitat macan tutul serta penggunaan ruang satwa di kawasan Petungkriyono dan sekitarnya.
Jangan Samakan dengan Populasi Jawa
Sebagai gambaran lebih luas, survei macan tutul Jawa berskala nasional telah dilakukan menggunakan kamera trap dan berbagai metode pendukung.
BACA JUGA:5 Fakta Unik Macan Tutul Salju, Predator Pegunungan yang Dijuluki Hantu Salju
Estimasi yang diumumkan pemerintah pada 2025 menyebut sekitar 350 macan tutul Jawa dewasa masih hidup di alam liar.
Tetapi angka tersebut merupakan estimasi untuk populasi macan tutul Jawa di Pulau Jawa, bukan jumlah macan tutul di Mendolo.
Perbedaan skala ini penting agar pembaca tidak keliru membaca data.
Dua individu di Mendolo bukan berarti dua ekor adalah seluruh populasinya. Sebaliknya, angka sekitar 350 di tingkat Jawa juga tidak dapat dibagi begitu saja untuk mendapatkan jumlah macan tutul di satu desa atau satu kawasan hutan.
Mendolo Perlu Terus Dipantau
Justru nilai penting dari rekaman terbaru terletak pada informasi bahwa Hutan Mendolo masih digunakan macan tutul Jawa.
Data tersebut dapat menjadi dasar untuk pemantauan berikutnya. Kamera trap yang dipasang secara lebih sistematis dapat membantu mengidentifikasi individu, mengetahui wilayah jelajah dan mendapatkan gambaran mengenai keberadaan macan tutul dalam jangka panjang.
Lokasi persis kamera juga sebaiknya tidak dipublikasikan secara terbuka. Informasi tersebut berpotensi menarik orang datang ke habitat satwa hanya untuk mencari keberadaan macan tutul.
BACA JUGA:Hari Macan Tutul Salju Internasional 23 Oktober: Sejarah dan Fakta Unik Si 'Hantu Salju' Himalaya
Dengan demikian, dua macan tutul yang terekam di Mendolo bukanlah jawaban tentang berapa populasi sebenarnya.
Justru rekaman tersebut menjadi awal pertanyaan yang lebih penting: berapa individu yang sebenarnya menggunakan lanskap Mendolo-Lebakbarang dan bagaimana memastikan habitatnya tetap aman?
Jawabannya membutuhkan satu hal yang tidak kalah penting dari kamera trap itu sendiri, yakni pemantauan yang konsisten dan perlindungan habitat dalam jangka panjang.