2 tahun Disway Malang

Macan Tutul Jawa Makin Terdesak, Habitat Terpecah dan Konflik dengan Manusia Mengintai

Macan Tutul Jawa Makin Terdesak, Habitat Terpecah dan Konflik dengan Manusia Mengintai

Macan tutul Jawa makin terdesak akibat habitat terfragmentasi, berkurangnya mangsa, konflik manusia, dan ancaman perburuan.-SS YOUTUBE -

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Macan tutul Jawa menjadi salah satu predator besar yang masih bertahan di Pulau Jawa di tengah tekanan perubahan lingkungan.

Habitat yang terus menyempit dan terpecah membuat ruang geraknya semakin terbatas, sekaligus meningkatkan potensi konflik dengan manusia.

Macan tutul Jawa memiliki nama ilmiah Panthera pardus melas. Satwa ini merupakan subspesies macan tutul yang secara alami hanya hidup di Pulau Jawa.

Keterbatasan wilayah persebaran tersebut membuat keberadaannya sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.

Secara fisik, macan tutul Jawa memiliki ukuran relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah subspesies macan tutul lainnya.

Panjang tubuhnya berkisar 1 hingga 1,5 meter, sedangkan berat rata-rata jantan dapat mencapai sekitar 60 kilogram.

Warna tubuhnya umumnya kuning kecokelatan dengan pola roset hitam. Pola tersebut berfungsi sebagai kamuflase ketika berada di lingkungan hutan.

Setiap individu juga memiliki pola roset berbeda yang dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi individu melalui dokumentasi kamera jebak.

Sebagian macan tutul Jawa memiliki warna tubuh hitam pekat. Kondisi tersebut disebut melanisme.

Meski terlihat hitam, pola bintiknya tetap ada dan dapat terlihat ketika terkena cahaya tertentu. Individu berwarna hitam maupun cokelat tetap termasuk subspesies yang sama.

Habitat Makin Terfragmentasi

Macan tutul Jawa dikenal mampu hidup di berbagai tipe hutan selama tersedia tutupan vegetasi, sumber air, dan mangsa alami.

Habitatnya dapat berupa hutan hujan dataran rendah, hutan pegunungan, hingga hutan sekunder yang telah mengalami gangguan manusia.

Kemampuan beradaptasi tersebut menjadi salah satu alasan satwa ini masih bertahan ketika sejumlah satwa besar lain telah menghilang dari Pulau Jawa.

Namun, kemampuan adaptasi tersebut bukan berarti macan tutul Jawa bebas dari ancaman.

Sumber: