2 tahun Disway Malang

Kenapa Macan Tutul Bisa Bertahan di Hutan Mendolo? Ini Bukti Kekayaan Satwanya

Kenapa Macan Tutul Bisa Bertahan di Hutan Mendolo? Ini Bukti Kekayaan Satwanya

Ilustrasi desa di pinggiran Hutan Mendolo, Pekalongan, Jawa Tengah. -Youtube anang batas--

PEKALONGAN, DISWAYMALANG.ID-- Kemunculan macan tutul Jawa di Hutan Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten PEKALONGAN, bukan sekadar kabar tentang dua ekor predator yang tertangkap kamera trap.

Rekaman tersebut membuka pertanyaan yang lebih besar: mengapa macan tutul masih bisa bertahan di kawasan Hutan Mendolo?

Jawabannya tidak bisa hanya dilihat dari keberadaan macan. Data pemantauan keanekaragaman hayati menunjukkan kawasan ini masih dihuni beragam jenis mamalia, primata, burung, reptil, serangga hingga tumbuhan.

Kombinasi berbagai temuan tersebut memberikan gambaran bahwa Hutan Mendolo masih memiliki fungsi penting sebagai habitat satwa liar.

Bukan Cuma Macan Tutul

Dalam pemantauan menggunakan kamera trap pada 2024, masyarakat Desa Mendolo bersama Swara Owa memasang kamera di 16 titik. Kegiatan tersebut melibatkan 11 warga dari berbagai dusun dan berlangsung selama 25 hari.

Hasilnya bukan hanya merekam satu jenis satwa.

Kamera trap mendokumentasikan antara lain rekrekan, monyet ekor panjang, kijang muncak, babi hutan, pelanduk kancil, landak Jawa, garangan Jawa, beberapa jenis tupai serta tikus.

Temuan itu penting karena keberadaan beragam mamalia menunjukkan bahwa kawasan hutan masih menyediakan ruang hidup bagi banyak jenis satwa.

Kijang muncak dan babi hutan juga tercatat dalam pemantauan sebelumnya bersama macan kumbang. Namun, temuan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kedua satwa itu merupakan mangsa dari individu macan tutul yang terekam di Mendolo.

Untuk mengetahui pola makan macan tutul secara lebih pasti diperlukan penelitian khusus, misalnya melalui analisis kotoran atau metode ekologi lainnya.

Lima Primata Jawa Masih Ada

Kekayaan Hutan Mendolo juga terlihat dari kelompok primatanya.

Kawasan ini diketahui menjadi habitat lima jenis primata Jawa, yakni owa Jawa, lutung Jawa, rekrekan, monyet ekor panjang dan kukang Jawa.

Pada pengamatan lapangan 2024, peneliti bersama masyarakat bahkan menemukan delapan individu kukang Jawa di Hutan Mendolo.

Kehadiran kukang Jawa menjadi temuan penting karena satwa nokturnal tersebut membutuhkan habitat berhutan untuk mencari makan dan beraktivitas pada malam hari.

Selain kukang, pemantauan juga menemukan trenggiling Sunda, rekrekan, babi hutan, takur tulung-tumpuk, celepuk Jawa dan kubung Sunda.

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Berita Terkait