2 tahun Disway Malang

Hans Sembor, Anak Nabire yang Menembus DBL Malang dengan Sepatu Pemberian Ibu

Hans Sembor, Anak Nabire yang Menembus DBL Malang dengan Sepatu Pemberian Ibu

Hans Sembor (nomor punggung 19) saat bertanding di babak Big Eight DBL East Java-South 2026 bersama SMAN 3 Malang, pada 1 September 2026. -dbl.id----

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Gemuruh GOR Ken Arok menjadi saksi perjalanan panjang Hans Sembor. Pemain SMAN 3 Malang atau Bhawikarsu itu akhirnya mendapat kesempatan tampil di DBL Malang 2026 setelah dua tahun hanya menjadi penonton dari pinggir lapangan.

Bagi Hans, kesempatan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam olahraga. Ia datang dari Nabire, Papua Tengah, ke Kota Malang tanpa membawa pengalaman bermain basket. Kini, ia justru mengenakan jersei Bhawikarsu di salah satu kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia.

Ada pula benda sederhana yang selalu menemani perjuangannya. Sepasang sepatu basket pemberian sang ibu menjadi pengingat bahwa setiap langkahnya di lapangan selalu disertai doa keluarga.

Dari Sepak Bola ke Basket

Basket bukan olahraga yang sejak awal ditekuni Hans. Ketika masih berada di Nabire, ia justru lebih akrab dengan sepak bola dan mengikuti kegemaran sang ayah.

Perubahan terjadi saat Hans masuk kelas X SMAN 3 Malang. Postur tubuhnya yang tinggi menarik perhatian kakak kelas. Ia kemudian diajak mencoba basket.

Hans pun mulai belajar dari nol. Dribble, lay-up hingga berbagai dasar permainan harus dipelajarinya bersama teman-teman satu tim. Sementara pemain lain sudah memiliki pengalaman, Hans masih berusaha memahami gerakan dasar.

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya mundur. Impian tampil di DBL mulai tumbuh sejak pertama kali mengenal basket. Sayangnya, perjuangannya tidak langsung berbuah hasil.


Hans Sembor (nomor punggung 19) saat bertanding di babak Big Eight DBL East Java-South 2026 bersama SMAN 3 Malang, pada 1 September 2026. -Dbl.id--

Selama kelas X dan XI, Hans gagal masuk tim utama Bhawikarsu. Namanya tidak pernah tercantum dalam roster DBL.

Dua Tahun Berjuang Merebut Roster

Kegagalan justru membuat Hans menambah porsi latihan. Latihan bersama tim sekolah lima kali dalam sepekan belum dianggap cukup.

Ia berlatih secara mandiri dan rutin meminta evaluasi dari teman-temannya. Kekurangan dalam fisik maupun teknik terus diperbaiki.

Persaingan juga sangat ketat. Hans harus bersaing dengan 21 pemain lain untuk mendapatkan satu dari 12 tempat dalam roster DBL East Java-South.

Titik baliknya terjadi pada awal 2026. Ia meningkatkan latihan fisik dan memperbaiki cara bermain secara serius.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pertengahan tahun, nama Hans dipanggil pelatih untuk memperkuat Bhawikarsu di DBL East Java-South 2026.

Kesempatan itu terasa sangat istimewa. Sebab, musim 2026 menjadi tahun pertama sekaligus terakhir Hans tampil sebagai pemain Bhawikarsu sebelum lulus.

Sumber:

Berita Terkait