Pengalaman serupa disampaikan Mirna, pengusaha asal Kediri.
Setelah suaminya meninggal dunia, Mirna harus menghadapi kewajiban utang sekitar Rp7 miliar. Pada saat bersamaan, ia harus mempertahankan bisnis yang dijalankan, termasuk usaha peternakan ikan koi dan bisnis lanskap tanaman.
Situasi tersebut sempat membuatnya kebingungan.
Namun, setelah bergabung dengan komunitas SyaREA World pada akhir 2021, Mirna mulai mendapatkan pendampingan dan kembali membenahi usahanya.
"Beruntung saya bertemu dengan teman-teman SyaREA World pada akhir 2021. Dari sana, usaha kembali jalan dan utang bisa lunas sekarang," tuturnya.
Terima Keadaan dan Benahi Bisnis
CEO Dawang Group Tri Dawang yang menjadi mentor di Keluarga Besar SyaREA World mengatakan, ada sejumlah tahapan yang perlu dilakukan pengusaha ketika menghadapi persoalan utang.
Langkah pertama, menurut dia, adalah menerima kondisi yang sedang dihadapi.
Setelah itu, pengusaha perlu memiliki kemampuan bernegosiasi dan membenahi bisnis agar kembali menghasilkan.
"Setelah ikhlas orang baru bisa menghadapi masalah. Dan kalau ada masalah jangan lari, tapi dihadapi," kata Tri.
Ia menilai kegagalan dalam bisnis merupakan sesuatu yang mungkin terjadi. Namun, yang membedakan adalah kemampuan seorang pengusaha untuk bangkit dan mengambil pelajaran dari kondisi tersebut.
Menghindari Utang demi Ketenangan
Sementara itu, CEO PT Turrima Agro Mas Mulyono memiliki pandangan berbeda. Menurut dia, pengelolaan keuangan harus menjadi perhatian utama dalam menjalankan bisnis.
Ia memilih menghindari utang sebagai salah satu cara menjaga kondisi keuangan sekaligus ketenangan dalam menjalankan usaha.
Bagi Mulyono, pertumbuhan bisnis memang penting. Namun, pertumbuhan yang terlalu bergantung pada utang juga dapat menciptakan beban baru apabila tidak diimbangi kemampuan membayar.
Ia kemudian menyampaikan kalimat yang menjadi penutup kuat diskusi tersebut.
"Berutang tambah beban itu, pasti. Tidak berutang tidak berkembang itu, belum pasti."
Pernyataan itu sekaligus merangkum dilema yang menjadi tema utama Talk Show with Dahlan Iskan. Utang dapat menjadi instrumen untuk mengembangkan bisnis, tetapi juga membawa kewajiban yang harus dikelola. Pada akhirnya, keputusan menggunakan utang atau tidak kembali pada kemampuan, perhitungan dan strategi masing-masing pengusaha.