SURABAYA, DISWAYMALANG.ID–Utang menjadi salah satu persoalan yang kerap membayangi perjalanan bisnis. Namun, sejumlah pengusaha yang hadir dalam Talk Show with Dahlan Iskan menunjukkan bahwa beban utang tidak selalu menjadi akhir perjalanan usaha. Dengan menghadapi persoalan dan membenahi bisnis, kewajiban yang menumpuk masih bisa diselesaikan secara bertahap.
Kisah tersebut terungkap dalam Talk Show with Dahlan Iskan bertema “Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang” di Shangri-La Hotel, Surabaya, Kamis (13/8/2026). Acara yang digelar Disway bersama Keluarga Besar SyaREA World itu diikuti lebih dari 500 pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu kisah paling mencolok datang dari Irwan Fawaid, pengusaha asal Bontang yang menghadapi warisan utang sekitar Rp100 miliar setelah ayahnya meninggal pada 2013. Kini, setelah bertahun-tahun berusaha menyelesaikannya, utang tersebut disebut telah berkurang hingga sekitar separuh dari nilai awal.
Talk Show with Dahlan Iskan bertema “Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang” di Shangri-La Hotel, Surabaya, Kamis (13/8/2026). -Harian.disway.id--
Khalid Bawazier Bicara Bisnis Syariah
Di tengah diskusi, Dahlan Iskan juga mengajak seorang peserta, Khalid Bawazier, naik ke panggung. Khalid sebenarnya tidak dipersiapkan sebagai narasumber.
Dahlan mengenalkan Khalid sebagai pengusaha asal kawasan Jalan Sasak, Ampel, Surabaya, yang memiliki pengalaman bisnis cukup panjang. Ia disebut pernah membuka pabrik Kapal Api dan Indomie di Jeddah, memiliki bisnis sarung Mangga, serta baru mengakuisisi sarung Gajah Duduk.
Kehadiran Khalid kemudian membuka pembahasan mengenai praktik bisnis dengan prinsip syariah.
"Kita hari ini dapat bonus. Pejuang ekonomi syariah," celetuk Dahlan di tengah acara.
Menurut Khalid, kerja sama dengan perbankan syariah tetap dapat dilakukan pengusaha selama struktur transaksi dan akadnya disepakati sejak awal sesuai prinsip syariah.
Ia memberikan contoh ketika pengusaha membutuhkan mesin untuk keperluan produksi.
Menurut Khalid, skema yang digunakannya bukan sekadar meminjam uang dari bank kemudian membeli mesin. Dalam pengalaman yang ia ceritakan, bank terlebih dahulu membeli mesin yang dibutuhkan, kemudian menjualnya kepada pengusaha dengan harga yang telah disepakati dan pembayaran dapat dilakukan secara angsuran.
Talk Show with Dahlan Iskan bertema “Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang” di Shangri-La Hotel, Surabaya, Kamis (13/8/2026). -Harian.disway.id--
"Akadnya tetap jual beli. Tapi bisa diangsur beberapa kali. Bank mendapat margin dari selisih harga membeli mesin dari pabrik. Yang kemudian dijual ke saya. Dengan harga yang disepakati bersama," ujar Khalid.
Untuk memperoleh skema tersebut, Khalid mengaku harus melakukan pembicaraan dan membuat perjanjian khusus dengan pihak perbankan. Ia bahkan terlebih dahulu berdiskusi dengan dewan syariah bank terkait.
Jika tidak menemukan kesepakatan, ia memilih membatalkan kerja sama.